Produktivitas kerja karyawan merupakan aspek penting bagi keberlangsungan dan perkembangan organisasi, karena berkaitan dengan kemampuan individu menghasilkan output secara efektif dan efisien. Salah satu faktor non‑kognitif yang diperkirakan berperan dalam produktivitas kerja adalah grit, yaitu kombinasi kegigihan dan passion terhadap tujuan jangka panjang. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan produktivitas kerja pada karyawan yang berada pada tahap dewasa awal. Subjek penelitian berjumlah 118 karyawan berusia 19–25 tahun yang bekerja sebagai pegawai tetap di perusahaan wilayah JABODETABEK, yang dipilih dengan teknik simple random sampling dari populasi 193 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan skala grit yang dikembangkan dari konsep Duckworth dan telah diadaptasi oleh peneliti sebelumnya, serta skala produktivitas kerja yang disusun berdasarkan konsep produktivitas kerja Sedarmayanti. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara grit dan produktivitas kerja (r = 0,387; p < 0,01), dengan tingkat kekuatan hubungan berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi grit yang dimiliki karyawan dewasa awal, cenderung diikuti oleh meningkatnya produktivitas kerja, meskipun masih terdapat faktor lain di luar grit yang juga memengaruhi produktivitas. Implikasi teoritis dan praktis dibahas terkait pengembangan grit dan strategi peningkatan produktivitas kerja di organisasi.
Copyrights © 2026