Era new normal menuntut pelajar untuk beradaptasi kembali dengan pembelajaran tatap muka setelah periode panjang pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Perubahan ini berpotensi memengaruhi keyakinan diri pelajar dalam bidang akademik (academic self-efficacy), yang salah satunya dipengaruhi oleh kualitas hubungan dengan orang tua dan teman sebaya serta motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parents-peer attachment dan self-efficacy akademik dengan motivasi belajar sebagai variabel mediator pada pelajar SMKN 7 Kabupaten Tangerang di era new normal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 241 pelajar berusia 15–18 tahun yang dipilih secara saturated sampling. Instrumen yang digunakan adalah Inventory of Parent and Peer Attachment-Revised (IPPA-R; Gullone & Robinson, 2005), Skala Motivasi Belajar versi pendek Bahasa Indonesia (Natalya, 2018), dan skala academic self-efficacy (Gafoor, 2007). Analisis regresi mediasi menunjukkan bahwa keterikatan dengan ayah dan motivasi belajar berhubungan secara signifikan dengan self-efficacy akademik dan motivasi belajar memediasi hubungan tersebut secara parsial. Sebaliknya, tidak ditemukan mediasi yang kuat antara keterikatan dengan ibu dan motivasi belajar terhadap self-efficacy akademik. Hasil juga menunjukkan bahwa keterikatan dengan teman sebaya dan motivasi belajar berhubungan dengan self-efficacy akademik, dengan motivasi belajar sebagai mediator parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa di era new normal, kualitas kelekatan dengan ayah dan teman sebaya, yang didukung motivasi belajar yang tinggi, berkontribusi penting terhadap self-efficacy akademik pelajar SMK.
Copyrights © 2025