Budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan akademik dan sosial mereka. Pentingnya budaya literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi. Maka dari itu pendidik perlu memperluas definisi literasi untuk mencakup keterampilan berpikir kritis dan kemampuan menyusun argumen yang berbasis bukti. Disamping itu, budaya literasi tentu memiliki tantangann dalam menumbuhkan budaya literasi yang kokoh di lingkungan pendidikan dasar. Tantangan tersebut dapat berupa kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang bervariasi, kurangnya motivasi dalam membaca, dan tekanan pada kurikulum yang memprioritaskan materi pelajaran tertentu. Adapun langkah langkah untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain meningkatkan akses terhadap sumber daya literasi, termasuk buku-buku, majalah dan sumber-sumber digital yang relevan dan menarik bagi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan membaca di perpustakaan dengan memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih buku dan dilanjutkan dengan diskusi lebih efektif pada sebagian siswa yang memiliki fokus dan minat membaca yang baik. Sementara itu, penggunaan film animasi yang dilengkapi dengan subtitle menjadi alternatif bagi siswa yang kurang tertarik atau kurang fokus dalam kegiatan membaca, dan beberapa siswa kemudian menunjukkan ketertarikan untuk membaca tulisan atau buku cerita. Dengan demikian, penumbuhan budaya literasi perlu dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan karakteristik dan minat siswa, serta didukung oleh guru, sekolah, orang tua, dan ketersediaan bahan bacaan yang beragam.
Copyrights © 2026