Nahdatul Safitri
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar melalui Pendekatan Membaca dan Media Audiovisual di UPT SPF SD Inpres Tidung II Makassar Nahdatul Safitri; Nasir Nasir; Andi Rizka Ekaputri; Sri Yunita Simanjuntak; Andi Putri Tenriyola
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/gm06k918

Abstract

Budaya literasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan akademik dan pembentukan karakter siswa sejak pendidikan dasar. Namun, rendahnya minat membaca pada sebagian siswa masih menjadi tantangan dalam upaya penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa melalui berbagai pendekatan literasi di UPT SPF SD Inpres Tidung II Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan persuasif melalui komunikasi dengan guru, kegiatan membaca langsung di perpustakaan sekolah, diskusi sederhana mengenai isi bacaan, serta penggunaan media audiovisual berupa film animasi dengan teks terjemahan sebagai alternatif strategi pembelajaran. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V sekolah dasar yang dilibatkan dalam aktivitas membaca dan diskusi literasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan membaca langsung melalui pemanfaatan perpustakaan mampu menarik minat sebagian siswa yang telah memiliki kebiasaan membaca. Namun demikian, metode tersebut belum mampu meningkatkan minat membaca seluruh siswa secara merata. Penggunaan media audiovisual menunjukkan respons yang lebih positif pada beberapa siswa yang sebelumnya kurang tertarik terhadap aktivitas membaca, sehingga secara bertahap mampu mendorong ketertarikan mereka terhadap teks dan cerita tertulis. Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan budaya literasi pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan menarik agar dapat menjangkau karakteristik siswa yang beragam. Oleh karena itu, penguatan budaya literasi di sekolah dasar perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan yang inovatif dan kolaboratif.  
Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar Eritrina Eritrina; Sitti Hardiyanti Arhas; Nahdatul Safitri
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/bqk4qk94

Abstract

Budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan akademik dan sosial mereka. Pentingnya budaya literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi. Maka dari itu pendidik perlu memperluas definisi literasi untuk mencakup keterampilan berpikir kritis dan kemampuan menyusun argumen yang berbasis bukti. Disamping itu, budaya literasi tentu memiliki tantangann dalam menumbuhkan budaya literasi yang kokoh di lingkungan pendidikan dasar. Tantangan tersebut dapat berupa kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang bervariasi, kurangnya motivasi dalam membaca, dan tekanan pada kurikulum yang memprioritaskan materi pelajaran tertentu. Adapun langkah langkah untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain meningkatkan akses terhadap sumber daya literasi, termasuk buku-buku, majalah dan sumber-sumber digital yang relevan dan menarik bagi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan membaca di perpustakaan dengan memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih buku dan dilanjutkan dengan diskusi lebih efektif pada sebagian siswa yang memiliki fokus dan minat membaca yang baik. Sementara itu, penggunaan film animasi yang dilengkapi dengan subtitle menjadi alternatif bagi siswa yang kurang tertarik atau kurang fokus dalam kegiatan membaca, dan beberapa siswa kemudian menunjukkan ketertarikan untuk membaca tulisan atau buku cerita. Dengan demikian, penumbuhan budaya literasi perlu dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan karakteristik dan minat siswa, serta didukung oleh guru, sekolah, orang tua, dan ketersediaan bahan bacaan yang beragam.