Al-Qur’an memiliki keistimewaan bahasa yang menunjukkan kemukjizatannya melalui susunan lafaz, keindahan gaya bahasa, serta kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu aspek penting dalam memahami keindahan bahasa Al-Qur’an adalah ilmu balaghah, khususnya kajian isti‘ārah sebagai bentuk majaz yang mampu menghadirkan makna secara lebih kuat, estetis, dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep isti‘ārah dalam perspektif ilmu balaghah serta mengidentifikasi bentuk, fungsi, dan hikmah penggunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan library research melalui kajian terhadap sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan sumber sekunder berupa kitab tafsir, kitab balaghah, buku, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menguraikan konsep dan penerapan isti‘ārah dalam teks Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isti‘ārah memiliki tiga bentuk utama, yaitu isti‘ārah tashrihiyyah, isti‘ārah makniyyah, dan isti‘ārah tamtsiliyyah, yang berfungsi memperjelas makna abstrak, memperkuat pesan retoris, serta meningkatkan nilai estetika bahasa Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan isti‘ārah menjadi salah satu bukti kemukjizatan bahasa Al-Qur’an yang mampu menyampaikan pesan ilahi secara mendalam, komunikatif, dan menyentuh aspek intelektual maupun spiritual manusia.
Copyrights © 2026