Voice of HAMI
Vol 9, No 1 (2026): Agustus 2026

DARI HIKMAT KE ALGORITMA: MENIMBANG KEPEMIMPINAN GEREJA DALAM BAYANG-BAYANG AI

Ibrahim Ibrahim (Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar)
Aprianus Malan (Sekolah Tinggi Teologi Bisanry)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2026

Abstract

Abstrak:Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk praktik kepemimpinan gereja. Pemanfaatan AI menawarkan kemudahan dalam pelayanan tata kelola, tetapi juga memunculkan pertanyaan teologis mengenai posisi hikmat Alkitabiah dalam proses pengambilan keputusan rohani. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara hikmat dan algoritma serta merumuskan model kepemimpinan gereja yang relevan di era AI. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan teologis-hermeneutis melalui analisis terhadap teks Alkitab dan berbagai literatur ilmiah mengenai kepemimpinan Kristen, agama digital, dan etika kecerdasan buatan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung dalam aspek administrasi, analitis, dan pelayanan tata kelola gereja, tetapi tidak dapat menggantikan hikmat, kebijaksanaan rohani, maupun kepemimpinan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Penelitian ini menawarkan model kepemimpinan kolaboratif yang mengintegrasikan hikmat Alkitabiah, literasi digital, refleksi etis, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk memanfaatkan AI sebagai sarana yang mendukung misi pelayanan tanpa mengabaikan nilai-nilai teologis, kasih, dan integritas spiritual yang menjadi dasar kepemimpinan Kristen. Abstract The development of artificial intelligence (AI) has brought significant changes in various aspects of life, including church leadership practices. The use of AI offers convenience in ministry management, but it also raises theological questions about the position of biblical wisdom in the spiritual decision-making process. This research aims to analyze the relationship between wisdom and algorithms and formulate relevant church leadership models in the AI era. The research uses a qualitative method with a literature study and theological-hermeneutical approach through the analysis of biblical texts and various scientific literature on Christian leadership, digital religion, and the ethics of artificial intelligence. Data is analyzed descriptive-analytically through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that AI can be used as a supporting instrument in the administrative, analytical, and service management aspects of the church, but it cannot replace wisdom, spiritual discernment, and leadership led by the Holy Spirit. This research offers a collaborative leadership model that integrates biblical wisdom, digital literacy, ethical reflection, and responsible use of technology. Thus, the church is called to utilize AI as a means that supports the mission of ministry without neglecting the theological values, love, and spiritual integrity that underlie Christian leadership.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hami

Publisher

Subject

Religion Education Other

Description

Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 ...