Pendidikan tinggi memerlukan persiapan finansial sejak dini, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan sumber daya. Tantangan pembiayaan mencakup biaya kuliah, hidup, kebutuhan akademik, inflasi, serta rendahnya literasi keuangan dan pemahaman investasi. Kegiatan PkM ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dalam merencanakan dana pendidikan tinggi melalui edukasi, diskusi, simulasi, dan pendampingan. Materi meliputi komponen biaya pendidikan, tabungan, emas, saham/reksa dana saham, aset digital, serta pendekatan goal-based investment. Simulasi target Rp330 juta dalam lima tahun menunjukkan kebutuhan setoran bulanan sekitar Rp5,50 juta tanpa return, Rp4,52 juta dengan return 8% per tahun, dan Rp4,11 juta dengan return 12% per tahun. Jika memperhitungkan kenaikan biaya pendidikan 4%–5% per tahun, kebutuhan setoran meningkat. Hasil kegiatan menegaskan pentingnya menetapkan target, mempertimbangkan waktu dan inflasi, melakukan diversifikasi, serta menyesuaikan risiko dengan waktu penggunaan dana. Aset digital sebaiknya hanya menjadi pelengkap dengan porsi terbatas karena volatilitas tinggi. Investasi dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan jika disertai disiplin menabung, perencanaan arus kas, dan pengelolaan risiko.
Copyrights © 2026