Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung kesehatan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah melalui budidaya tanaman sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Air Putih, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, persiapan alat dan bahan, praktik penanaman, pemeliharaan, pendampingan, dan evaluasi. Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi sayuran seperti kangkung, bayam, bayam Brazil, sawi, cabai, dan tanaman TOGA seperti jahe, kunyit, kencur, kumis kucing, keji beling, bunga telang, kunyit putih, sirih merah dan serai. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi sederhana, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan budidaya tanaman secara sederhana. Masyarakat juga memperoleh alternatif untuk menyediakan bahan pangan segar bagi keluarga serta mengenal pemanfaatan tanaman TOGA sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan. Penggunaan polybag dan wadah bekas menjadi alternatif dalam mengatasi keterbatasan lahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta menciptakan lingkungan rumah yang lebih produktif. Keberlanjutan kegiatan melalui pemeliharaan dan penanaman kembali secara mandiri diperlukan agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026