Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL), efektivitas proses penerapannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Alkhairaat Kalukubula. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur dengan guru, peserta didik, dan kepala madrasah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CTL dilakukan secara terintegrasi melalui tujuh komponen, yaitu konstruktivisme, inkuiri, questioning, learning community, modeling, refleksi, dan penilaian autentik. Penerapan tersebut mendorong peserta didik untuk menghubungkan peristiwa sejarah dengan kehidupan nyata, mencari dan mengolah informasi secara mandiri, mengemukakan argumentasi, melakukan perbandingan dan evaluasi, memecahkan masalah, serta menginternalisasi nilai melalui refleksi. Efektivitas CTL tampak pada meningkatnya keterlibatan aktif peserta didik dan munculnya indikator berpikir kritis selama proses pembelajaran. Faktor pendukung meliputi karakteristik materi SKI yang kaya akan kisah dan keteladanan tokoh, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana multimedia, beban administrasi kurikulum, dan risiko distraksi dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, CTL efektif sebagai pendekatan proses pembelajaran SKI yang kontekstual dan partisipatif dalam memfasilitasi perkembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2026