Desa Cabean menjadi lokasi kegiatan pengabdian yang diarahkan pada penguatan literasi energi dan pemahaman praktis mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kebutuhan rumah tangga. Pemanfaatan PLTS tidak cukup dipahami sebagai pemasangan panel surya, tetapi perlu diawali dengan kemampuan mengenali beban listrik, membedakan daya dan energi, serta memperkirakan kebutuhan sistem secara proporsional. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyuluhan interaktif, demonstrasi komponen PLTS skala kecil, simulasi identifikasi beban rumah tangga, dan diskusi mengenai manfaat, keterbatasan, biaya, perawatan, serta keselamatan. Materi menghubungkan peralatan rumah tangga, daya listrik, lama penggunaan, konsumsi energi harian, dan estimasi awal kapasitas modul fotovoltaik. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan beban membuat pembahasan PLTS lebih kontekstual karena peserta dapat mengaitkan fungsi panel, solar charge controller, baterai, dan inverter dengan kebutuhan listrik sehari-hari. Diskusi peserta terutama berkembang pada aspek kelayakan kapasitas, biaya awal, dan pemeliharaan sistem. Simulasi perhitungan dalam artikel digunakan sebagai media pembelajaran dan bukan sebagai data konsumsi aktual peserta. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya menempatkan literasi energi rumah tangga sebagai dasar sebelum masyarakat mempertimbangkan adopsi PLTS. Evaluasi kuantitatif lebih lanjut diperlukan untuk mengukur perubahan kompetensi secara terstandar.
Copyrights © 2026