Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial online dan subjective well-being pada remaja pengguna media sosial, dengan gratitude sebagai variabel mediator. Partisipan penelitian berjumlah 166 remaja pengguna media sosial berusia 13–18 tahun, yang menggunakan minimal satu platform media sosial dan aktif menggunakannya minimal satu jam per hari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga alat ukur, yaitu Skala Subjective Well-Being yang disusun berdasarkan teori Diener (2006), Skala Dukungan Sosial Online yang diadaptasi dan dimodifikasi dari The Online Social Support Scale (OSSS) berdasarkan teori Nick (2018), serta Skala Gratitude yang dimodifikasi dari skala Permadi (2023) berdasarkan teori McCullough (2002). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik path analysis melalui program JASP versi 0.18.3.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa gratitude secara signifikan memediasi hubungan antara dukungan sosial online dan subjective well-being (β = 0,005; p = 0,004), dengan bentuk mediasi parsial. Dukungan sosial online juga berhubungan positif signifikan dengan gratitude (β = 0,009; p = 0,003) dan dengan subjective well-being secara langsung (β = 0,014; p < 0,001), sementara gratitude berhubungan positif sangat signifikan dengan subjective well-being (β = 0,513; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa gratitude berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh dukungan sosial online terhadap kesejahteraan subjektif remaja di era digital, sehingga penguatan rasa syukur dapat menjadi salah satu strategi intervensi untuk meningkatkan subjective well-being remaja pengguna media sosial.
Copyrights © 2026