Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilustrasi sebagai mediator budaya dalam strategi storytelling interaktif dalam mendukung literasi budaya anak, melalui pengenalan tari legong kepada anak-anak usia 5–12 tahun dalam kegiatan pengabdian masyarakat “Imaji Dewata” yang diselenggarakan di Essenville School, Bandung, bekerja sama dengan Pustakalana Children’s Library. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis praktik, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dialog interaktif, dan evaluasi reflektif bersama fasilitator selama kegiatan storytelling berbasis ilustrasi berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak menaruh perhatian visual pada elemen ilustrasi yang paling menonjol (seperti kostum dan gerak penari), aktif menginterpretasikan makna visual melalui pertanyaan spontan dan penyebutan atribut budaya, serta menunjukkan keterlibatan multimodal berupa peniruan gestur tari ketika ilustrasi dipadukan dengan narasi lisan. Temuan ini mengindikasikan bahwa makna visual terbentuk secara relasional melalui interaksi antara ilustrasi, narasi, dan pengalaman anak, bukan melalui ilustrasi sebagai media yang berdiri sendiri. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan keilmuan desain komunikasi visual dengan menempatkan ilustrasi tidak hanya sebagai alat representasi, tetapi sebagai mediator aktif dalam praktik literasi budaya anak.
Copyrights © 2026