Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi emosi remaja wanita yang mengalami fatherless di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Furqan Sumang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dua remaja wanita berusia 18–21 tahun yang mengalami fatherless dan tinggal di LKSA Furqan Sumang, dengan pengasuh dan kerabat subjek sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fatherless memengaruhi cara subjek dalam memilih dan memodifikasi situasi, mengalihkan perhatian, serta mengubah cara berpikir terhadap pengalaman emosional, sejalan dengan strategi regulasi emosi berfokus anteseden yang dikemukakan oleh Gross. Kedua subjek cenderung menyelesaikan tekanan emosional secara mandiri dan selektif dalam memilih tempat bercerita, namun masing-masing mengembangkan strategi adaptif berupa penerimaan dan pemaknaan positif seiring waktu. Dukungan pengasuh dan teman sebaya di lingkungan LKSA turut membantu subjek mengembangkan regulasi emosi yang lebih adaptif, meskipun kesulitan dalam mengekspresikan dan mengelola emosi terkait ketidakhadiran figur ayah masih dirasakan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan intervensi psikologis bagi remaja dengan pengalaman fatherless, khususnya yang tinggal di lembaga kesejahteraan sosial anak.
Copyrights © 2026