JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi)
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) merupakan jurnal yang memuat karya ilmiah dan artikel-artikel dari berbagai bidang ilmu psikologi seperti psikologi klinis, psikologi Sosial, psikologi pendidikan,psikologi industri, psikologi Organisasi, psikologi gender dan psikologi perkembangan anak maupun prenatal. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur setiap 5 bulan sekali yaitu pada bulan April dan bulan Agustus.
Articles
22 Documents
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN GAYA HIDUP HEDONIS PADA MAHASISWA TIDORE DI KOTA MAKASSAR
Musma Muis;
Patmawaty Taibe;
Adi Adi
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gaya Hidup Hedonis dipengaruhi oleh tingkat harga diri dimana apabila usaha mempertahankan atau meningkatkan gaya hidup hedonis berlangsung lancar maka kebiasaan gaya hidup hedonis akan semakin kuat dan berujung menjadi kebtuhan yang mendasar. Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti tertarik untuk meniliti tentang Hubungan Harga Diri dengan Gaya Hidup Hedonis Pada Mahasiswa Tidore di Kota Makassar. Penelitian dengan pendekatan kuantiatif menekankan analisis pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada penelitian inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyadarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil.
Gambaran COPING STRESS PADA INDIVIDU BIPOLAR DEWASA AWAL
Faizal Ramadhan;
Alfriyanto Syahruddin
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Coping stress adalah salah satu cara untuk mengelola masalah yang individu hadapi. Karena tanpa coping, individu tidak akan mampu mengendalikan diri mereka pada saat mania dan depresi bahkan pada saat akan melakukan bunuh diri.Penelitian ini akan dilaksanakan di tempat tinggal subyek atau tempat tertentu. Lokasi penelitian adalah wilayah Kota Makassar. Penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memahami perilaku manusia, dari kerangka acuan pelaku sendiri, yakni bagaimana pelaku memandang dan menafsirkan kegiatan dari segi pendiriaanya. Peneliti dalam hal ini berusaha memahami dan menggambarkan subyek penelitian. Untuk maksud tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif bukan kuantitatif yang menggunakan alat-alat pengukur.Bungin menentukan informan dalam penelitian kualitatif, peneliti hanya menentukan informasi kunci atau situasi sosial tentang syarat informasi. Sehingga Moleong mengatakan dalam penelitian kualitatif peneliti harus mampu menggali informasi menganai latar belakang subyek. Karakteristik subyek penelitian ini adalah penderita gangguan bipolar berusia dewasa awal, terdiri dari dua orang yang telah di diagnosis oleh psikolog dan positif mengalami gangguan bipolar.
PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI STRATEGI COPING YANG DI GUNAKAN PADA SISWA SMA NEGERI 17 MAKASSAR.
Andi Resvi;
Ancu Ancu
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motivasi berprestasi merupakan salah satu hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan, sebab berpengaruh terhadap keberhasilan pelajar meraih prestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi ditinjau dari strategi coping yang digunakan pada siswa SMA Negeri 17 Makassar. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel bebas (X) : Strategi coping,2. Variabel terikat (Y) : Motivasi berprestasi, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah skala motivasi berprestasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk melihat perbedaan motivasi berprestasi ditinjau dari penggunaan strategi coping, yakni Problem Focus Coping (PFC) dan Emotion Focus Coping (EFC) pada siswa SMA Negeri 17 Makassar, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi berprestasi antara siswa yang menggunakan PFC dan EFC. Siswa yang menggunakan PFC jauh lebih efektif dalam meningkatkan motivasi berprestasinya, dibandingkan dengan siswa yang menggunkan EFC.
PENGARUH POLA ASUH ORANGTUA DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA DI SMP NEGERI 1 AMBON
A Nur Indah;
Aprillia E. Taihuttu
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan penelitian tentang pola asuh orangtua dan prestasi belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Ambon. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pola asuh orangtua dan prestasi belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Ambon, Untuk mengetahui pengaruh antara pola asuh orangtua dengan prestasi belajar IPA siswa SMP Negeri 1 Ambon, dan Untuk mengetahui besar sumbangan pola asuh orangtua terhadap prestasi belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Ambon. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII pada SMP Negeri 9 Ambon, SMP Negeri 1 Ambon sebanyak 220 orang. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang berisi pernyataan dengan jumlah soal seluruhnya 60 item dan telah disediakan 4 pilihan jawaban yaitu : selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (KD), dan tidak pernah (TP). Terlihat bahwa tingkat pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar anak sebesar 75 % berada pada kriteria Baik, hal ini menunjukan bahwa orang tua dalam melakukan pola asuh, dapat dilakukan secara baik. Terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap Prestasi Belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari thitung > ttabel = 2.370 > 2.048, maka H0 ditolak berarti signifikan artinya terdapat pengaruh Pola asuh orang tua terhadap Prestasi Belajar peserta didik. Besarnya pengaruh terlihat dari R square = 0.689 yang berarti 68.9% Prestasi Belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor Pola asuh orang tua, dan 31.1% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH KEPRIBADIAN FIGUR TERHADAP MOTIVASI KERJA TIM SUKSES PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TAHUN 2015
A Sirajuddin;
Devi Zulkifli
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh kepribadian figurterhadapmotivasi kerja tim suksesPada Pemilihan Kepala Daerahdi Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian figurterhadapmotivasi kerja tim suksesPada Pemilihan Kepala Daerahdi Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2015. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah tim sukses dari dua kecamatan (Kecamatan PasimasungguTimur dan Kecamatan Pasimasunggu Barat) dengan jumlah200orang, 3 tim induk 12 tim partai 35 Relawan secara keseluruhan. Sampel dalam penelitian ini yaitu tim sukses sejumlah 100 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus Slovin. Dalam peneitian ini, untuk mengukur instrument penelitian digunakan skala Likert. berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepribadian figure mempunyai tingkat signifikansi sebesar 60.932% terhadap motivasi kerja tim sukses.variabel kepribadian figur dominan (nilai signifikansi 0,005) berpengaruh terhadap motivasi kerja tim sukses pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kepulauan Selayar.
PENANGANAN LONELINESS PROBLEM PADA LANSIA DITINJAU DARI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MADAGO, TENTENA.
Dewi Anggreini;
Febri yunita pobahi
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aspek psikologi merupakan faktor penting dalam kehidupan lanjut usia, bahkan sering lebih menonjol daripada aspek lainnya dalam kehidupan seorang lanjut usia. Kondisi lanjut usia yang mengalami berbagai penurunan atau kemunduran fungsi psikis dapat mempengaruhi mobilitas dan juga kontak sosial, salah satunya adalah rasa kesepian (loneliness). tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui gambaran program pelayanan panti,Untuk mengetahui penanganan loneliness problem pada lansia, untuk mengetahui gambaran program pelayanan panti dalam mengatasi loneliness problem yang dihadapi lansia dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program dalam mengatasi loneliness problem pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan penelitian kedua orang subyek, loneliness problem dapat ditangani dengan bimbingan konseling. Aktifnya berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di panti sangat berpengaruh dalam mengatasi loneliness problem yang terjadi pada lanjut usia yang berada di panti.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA AKHIR
Andi Tajuddin;
Haenidar Haenidar
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan fenomena mengenai harga diri dan kecemasan sosial remaja akhir yaitu seputar pembentukan harga diri melalui faktor eksternal dan internal. Dimana harga diri sangat dibutuhkan oleh seseorang tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kecemasan sosial dapat memengaruhi harga diri seseorang, sebaliknya kecemasan sosial yang terlalu rendah dapat membuatremaja merasa harga dirinya tinggi dan membuat sikap-sikap seperti sombong, acuh, tak peduli dan sebagainya,tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecemasan sosial pada remaja akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala, terdapat dua skala yang digunakan yaitu skala harga diri dan kecemasan social, skala likert yang dalam penelitian ini menggunakan empat tingkatan dimana Subjek diminta untuk menyatakan kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap isi pernyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara harga diri dengan kecemasan sosial. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji statistik yang memperoleh hasil bahwa besarnya kolerasi atau r antara harga diri dengan kecemasan sosial sangat signifikansi yaitu sebesar 0,010 dan p=0,958. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara harga diri dengan kecemasan sosial.
KONSEP DIRI WARIA DALAM MEMAKNAI RELIGIUSITAS (AGAMA ISLAM) DI MAKASSAR
Aswar Aswar;
Kiky Resky
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Waria merupakan sebuah fenomena dari fakta sosial yang ada. Waria banyak menghadapi masalah dari dalam maupun dari luar sebagai konsekuensi pemilihan hidup sebagai waria. Mereka cenderung mengalami kebingungan identitas dan adanya ketidakterimaan sosial atas penentangan konstruksi gender dan mereka juga menghadapi rumitnya legalitas, hukum dunia dan keagamaan. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini ialah (1) bagaimana konsep diri waria ? (2) bagaimana makna religiusitas waria ?. tujuan penelitian ini untuk menggambarkan konsep diri waria dan makna religiusitas wariaPenelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena diperlukan suatu analisis yang mendalam dan kajian situasi yang bersifat alami, situasi tanpa campur tangan peneliti dalam mendeskripsikan konsep diri waria dalam memaknai religiusitas Pencarian data dalam penelitian ini, dilakukan dengan observasi dan wawancara yang mendalam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subyek memiliki konsep diri yang positif kedua-duanya dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri. Perasaan bersalah kepada Tuhan menyelimuti kedua subyek atas pilihan hidupnya menjadi waria meskipun terdapat perasaan bersalah, kedua subyek masih menjalankan perannya sebagai waria demi kenyamanan dan harga diri yang ia dapatkan.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PERILAKU MEMBELI SMARTPHONE PADA REMAJA
Syamsul Thalib;
Zulfikar Priskila
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan penelitian tentang hubungan kepercayaan diri dengan perilaku membeli smartphone pada remaja adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan perilaku membeli smartphone pada remaja. Variabel yang akan diuji dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel terikat (dependent variabel) dan variabel bebas (independent variabel). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMAN 2 Rantepao Kabupaten Toraja Utara yang berjumlah 150 orang. sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang siswa kelas XII SMA Negeri 2 Rantepao Kabupaten Toraja Utara, yang berusia 17-18 tahun, serta memiliki smartphone dengan merek terkenal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa besarnya korelasi atau R antara kepercayaan diri remaja dengan perilaku membeli smartphone adalah signifikan dengan nilai R sebesar 0,285 dan nilai P sebesar 0,045 menunjukkan bahwa Ada hubungan positif antara kepercayaan diri remaja dengan perilaku membeli smartphone Semakin tinggi kepercayaan diri remaja maka semakin tinggi pula perilaku membeli smartphone pada remaja. Sumbangan efektif variabel bebas terhadap variabel tergantung sebesar 28,5%.
BAGAIMANA KONSEP DIRI DEWASA AWAL YANG MENIKAH MUDA DALAM MENGHADAPI PROSES PERCERAIAN
Munaing Munaing;
Restu Wahyu Niandari
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
telah dilakukan penelitian tentang konsep diri subyek dalam menghadapi proses perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran mengenai konsep diri subyek dalam menghadapi proses perceraian dan Untuk mengetahui hubungan subyek terhadap keluarga dalam menghadapi perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data subyek dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Pada penelitian ini informan yang dimintai informasi 1 orang informan wanita dan 1 orang pria yang berusia 21-25 tahun. Pada informan pria usia pernikahan 4 tahun dan pada informan wanita usia pernikahan 5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari kedua subyek dapat disimpulkan bahwa penyebab perceraian karena sudah tidak bisa mempertahankan hubungan rumah tangganya, selain itu juga kedua subyek ingin bercerai karena tidak tahan oleh sikap pasangannya masing-masing. Subyek pertama menikah karena sudah siap membina rumah tangga, sedangkan pada subyek kedua dapat pula disimpulkan bahwa dari awal pernikahan memang sudah tidak ingin untuk dinikahkan tetapi karena dijdohkan maka subyek mencoba menjalaninya. Mendapat perlakuan kasar juga merupakan faktor pendorong kedua subyek ingin bercerai.