Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Cooperative Learning tipe Talking Chips dalam membentuk interdependensi sosial murid, yang mencangkup proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, interdependensi sosial pada murid selama pembelajaran, serta kendala dan upaya penanggulangan selama proses pembelajaran. Kajian ini dilatarbelakangi terkait bagaimana model Cooperative Learning dengan menggunakaan Talking Chips dapat membentuk interdependensi sosial pada murid selama proses pembelajaran. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dari tahap reduksi data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Kesenjangan kajian ini terdapat pada masih terbatasnya kajian yang membahas Talking Chips terhadap interdependensi sosial murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Temuan kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan model Cooperative Learning tipe Talking Chips pada materi menjaga keutuhan NKRI dapat membentuk interdependensi sosial murid selama pembelajaran. Penggunaan chips dapat menjadi alat untuk mendorong keaktifan murid dalam berdiskusi, memberikan pendapat, dan menjawab pertanyaan. Keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman murid terhadap mekanisme model pembelajaran, dan rendahnya kepercayaaan diri murid menjadi kendala yang ditemui dalam penerapan pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa model Cooperative Learning tipe Talking Chips dapat membentuk interdependensi sosial pada murid, namun dengan pengelolaan waktu dan kelas yang baik.
Copyrights © 2026