p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SWARNA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Metode Pembelajaran Gallery Walk Berbasis Studi Kasus pada Materi Menjaga Keutuhan NKRI Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas XI SMA Laili Nadiyah Nafis Violinita; Siti Awaliyah; Teguh Santosa
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3292

Abstract

Identifikasi karakteristik gaya belajar murid sangat penting bagi guru dalam merumuskan metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode pembelajaran Gallery Walk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila guna memfasilitasi kebutuhan ragam gaya belajar murid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profiling gaya belajar murid kelas XI-5 di SMA Negeri 8 Malang didominasi oleh gaya belajar visual dan kinestetik, sehingga diperlukan adanya implementasi metode pembelajaran yang menggabungkan mobilisasi fisik dan pengamatan visual. Implementasi metode pembelajaran Gallery Walk terlaksana dengan baik dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama berfokus pada eksplorasi materi, diskusi studi kasus kelompok, serta pembuatan produk, pertemuan kedua sepenuhnya berfokus pada pelaksanaan Gallery Walk. Implementasi metode pembelajaran Gallery Walk mendapatkan respon positif dari murid. Murid menilai bahwa metode ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif serta dapat membuat mereka berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Metode pembelajaran Gallery Walk memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya yaitu dapat menciptakan iklim kelas yang menyenangkan dan tidak monoton, serta dapat mendorong kolaborasi aktif, kreativitas, dan kemampuan murid dalam menghargai serta memberikan umpan balik terhadap hasil kerja teman. Namun, metode ini juga memiliki kelemahan berupa potensi munculnya suasana kelas yang kurang kondusif dan ketidakmerataan partisipasi murid dalam kelompok. Implementasi metode pembelajaran Gallery Walk dapat berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari murid selama dibarengi dengan perencanaan pembelajaran yang matang.
Implementasi Model Cooperative Learning dengan Teknik Think Pair Squere pada Keaktifan Murid Kelas X SMA Muhammad Rafli Kurniawan; Siti Awaliyah; Teguh Santosa
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3447

Abstract

Keaktifan murid merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah masih sering didominasi oleh metode ceramah sehingga keterlibatan murid dalam kegiatan belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Cooperative Learning dengan teknik Think Pair Square, mendeskripsikan keaktifan murid setelah penerapan model tersebut, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas X SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian murid kelas X serta guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning dengan teknik Think Pair Square mampu meningkatkan keaktifan murid yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, kemampuan bekerja sama, keterlibatan dalam pemecahan masalah, serta antusiasme selama proses pembelajaran. Keberhasilan implementasi model didukung oleh perencanaan pembelajaran yang baik, peran guru sebagai fasilitator, dan kerja sama antarmurid. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan murid, keterbatasan waktu pembelajaran, dan masih rendahnya kepercayaan diri sebagian murid. Dengan demikian, model Cooperative Learning dengan teknik Think Pair Square dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid.