Pengelolaan sampah organik di Kota Metro masih rendah, meskipun volumenya mendominasi komposisi sampah harian. Bank Sampah Induk (BSI) Nusa sebagai mitra pengabdiannya telah memulai budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, namun terkendala oleh keterbatasan teknologi dan strategi pemasaran. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dan nilai ekonomi maggot melalui penerapan mesin panen otomatis, oven sangrai maggot, serta pelatihan pemasaran digital. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, instalasi alat, pendampingan, dan evaluasi hasil. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan: volume produksi maggot meningkat dua kali lipat, kadar air maggot kering turun hingga <10%, dan terbentuk empat mitra distribusi baru. Selain itu, mitra mampu mengelola media sosial promosi dengan 12 konten aktif dan mengalami peningkatan pendapatan usaha sebesar 38%. Program ini berhasil mentransformasi mitra dari pengelola sampah konvensional menjadi sirkular ekonomi berbasis teknologi. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi teknologi dan pemasaran digital dalam pemberdayaan komunitas pengelola sampah.
Copyrights © 2026