Salah satu masalah yang dihadapi pembudidaya lebah klanceng Tetragonula biroi di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas adalah keberlanjutan populasi atau koloni yang dipelihara. Karena spesies lebah ini harus didatangkan dari Sulawesi dengan harga yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pembudidaya harus memiliki kemampuan teknik untuk memperbanyak koloni. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pembudidaya dalam melakukan perbanyakan koloni serta meningkatkan jumlah koloni hasil perbanyakan. Metode yang digunakan adalah kombinasi pemberian teori, praktik perbanyakan koloni, dan pendampingan selama 8 bulan, dari April hingga Oktober. Metode perbanyakan koloni yang dilakukan adalah metode perbanyakan koloni dengan ratu, metode perbanyakan koloni dengan sel calon ratu, dan metode perbanyakan secara acak.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembudidaya mampu melakukan perbanyakan koloni dengan baik, terbukti dari terbentuknya 25 koloni baru ( 15 koloni induk dan 10 koloni pecahan). Kendala yang dihadapi dalam perbanyakan koloni adalah perebutan sarang oleh Tetragonula laeviceps, yang merupakan spesies lokal. Rekomendasi dan implikasiĀ dari hasil kegiatan ini adalah bahwa untuk keberlanjutan budidaya perlu dilakukan perbanyakan koloni sekurang-kurangnya 2 tahun sekali dan perlu dipersiapkan nursery ground.
Copyrights © 2026