AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Vol. 6 No. 2 (2026): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Realizing “Structured Freedom”: A Case Study of Merdeka Curriculum Implementation in Pembina State Kindergartens in Yogyakarta

Widiyawanti (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)
Muhammad Zainal Abidin (Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

This study aims to analyze how teachers at three TK Pembina in Yogyakarta interpret the principle of child independence (merdeka) within the Merdeka Curriculum and translate it into early childhood education (ECE) practices. Employing a qualitative approach with a multiple case study design, data were collected through in-depth interviews with six teachers and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings indicate that teachers interpret child independence primarily as providing space for children to choose, explore, and develop activities based on their interests and abilities, rather than as boundless freedom. This principle is realized through offering activity choices, utilizing loose parts, adopting an invitation-based approach, and contextually adapting the curriculum. The study also reveals that child independence is consistently negotiated with the need for structure, scaffolding, and the attainment of developmental goals. Teachers implement a “structured freedom” strategy, where child agency is fostered within a pedagogically designed structure. Thus, the implementation of the Merdeka Curriculum in ECE is not merely a matter of mastering curriculum terminology, but rather the teacher's ability to act as a curriculum adaptor, transforming policy into practice that is responsive to individual children’s needs. [Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru pada tiga TK Pembina di Yogyakarta memaknai prinsip kemerdekaan anak (merdeka) dalam Kurikulum Merdeka dan menerjemahkannya ke dalam praktik pendidikan anak usia dini (PAUD). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus multipel, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam guru dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai kemerdekaan anak terutama sebagai pemberian ruang bagi anak untuk memilih, mengeksplorasi, dan mengembangkan aktivitas berdasarkan minat dan kemampuan mereka, bukan sebagai kebebasan tanpa batas. Prinsip tersebut diwujudkan melalui pemberian pilihan aktivitas, penggunaan loose parts, penerapan pendekatan berbasis invitasi, serta adaptasi kurikulum secara kontekstual. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kemerdekaan anak secara konsisten dinegosiasikan dengan kebutuhan akan struktur, scaffolding, dan pencapaian tujuan perkembangan. Guru menerapkan strategi “kebebasan terarah” (structured freedom), di mana agency anak dikembangkan dalam struktur yang dirancang secara pedagogis. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka dalam PAUD bukan sekadar persoalan penguasaan terminologi kurikulum, melainkan kemampuan guru untuk berperan sebagai adaptator kurikulum yang mentransformasikan kebijakan ke dalam praktik yang responsif terhadap kebutuhan individual anak.]

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

albanna

Publisher

Subject

Education

Description

ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini aims to provide a platform for scholars to disseminate and discuss the results of research on the theme of early childhood Islamic education. Scope of ALBANNA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini accepts unpublished, original manuscript in Indonesia ...