Latar belakang: Salah satu isu yang sering ditemukan dalam kesehatan kerja adalah kelelahan kerja, terutama pada pekerja di bidang transportasi, seperti pengemudi bus. Tuntutan fisik dan mental selama mengemudi dapat mengurangi konsentrasi, meningkatkan risiko kecelakaan, serta mengancam keselamatan baik sopir maupun penumpang.Tujuan: Mengkaji hubungan beban kerja, jam kerja, dan stres kerja dengan kelelahan kerja di kalangan pengemudi bus PO Putra Remaja Jambi.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 64 pengemudi bus yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi untuk menilai beban kerja, lama kerja, stres kerja, dan kelelahan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank dengan tingkat signifikansi 5% (p<0,05).Hasil: beban kerja (p=0,002), lama kerja (p=0,663), stres kerja (p=0,008) Kesimpulan: Beban kerja dan stres kerja diidentifikasi sebagai faktor yang berkorelasi atau berhubungan dengan kelelahan kerja pada sopir bus, sedangkan lama kerja tidak berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya menerapkan langkah pengendalian beban kerja dan mengurangi stres kerja melalui pengaturan tugas, memastikan waktu istirahat yang cukup, dan penyediaan dukungan psikososial guna mengurangi risiko kelelahan kerja dan meningkatkan keselamatan operasional transportasi.
Copyrights © 2026