Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi patologis pada jantung yang menyebabkan penurunan kemampuan memompa darah sehingga terjadi akumulasi cairan di ruang interstisial dan intravaskular. Data World Health Organization tahun 2023 melaporkan sekitar 64,34 juta penderita gagal jantung di dunia, sementara di RSU Haji Medan tercatat peningkatan kasus dari 166 pada 2023 menjadi 437 pada 2025. Tujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang berorientasi pada service excellent pada Tn. Z dengan Congestive Heart Failure di Ruang CVCU RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu subjek, yaitu Tn. Z (52 tahun) dengan diagnosis CHF. Studi dilakukan pada tanggal 11–13 Maret 2026 di Ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU) RSU Haji Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, dan penelaahan rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan proses keperawatan sesuai SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil ditegakkan tiga diagnosis keperawatan yaitu penurunan curah jantung, pola napas tidak efektif, dan intoleransi aktivitas. Setelah tiga hari implementasi ketiga masalah teratasi sebagian, ditandai penurunan frekuensi napas dari 27x/menit menjadi 25x/menit, nadi dari 115x/menit menjadi 95x/menit, SpO2 meningkat menjadi 97%, dan edema berkurang. Kesimpulan penerapan asuhan keperawatan gawat darurat berbasis service excellent efektif memperbaiki kondisi klinis pasien CHF.
Copyrights © 2026