Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi Stimulasi Deteksi Tumbuh Kembang Bayi, Anak dan Pra Sekolah di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanung Morawa Kabupaten Deli Serdang Damayanty S; Martha Armita Silaban; Amelia Erawaty Siregar; Ade rachmat yuliyanto; Ingka Kristina Pangaribuan; Dina Afriani
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 2 (2022): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i2.2098

Abstract

SDIDTK activities are not only carried out for children who are suspected of having problems, but must be carried out for all pre-schools and pre-school children on a regular basis twice a year. So from within this community service program early detection of the growth and development of preschool children at PAUD/TK Ar-Raafi Medan Methode : Checking growth and development in infants and toddlers is by checking their weight and height. Developmental tests using KPSP infants and toddlers. Results : Participants in this activity were infants and preschoolers in Sumber Rejo village, totaling 81 children. After counseling and examination of children's growth and development using the KPSP and measurements of weight and height, there were several children who experienced deviations in growth and development. Conclusion : carried out community service activities based on infant, child and pre-school health in the village of Bangun Rejo, Tanjung Merawa sub-district, Deli Serdang district. The service activity was carried out for 3 months. The results of this Community Service regarding early detection of child growth and development. This community service has been carried out from August to September 2022 to be precise for 3 months
Implementation Penurunan Tensi Lansia Slow Deep Breating ( Apium Graveolens &Black Garlick) Desa Bangun Rejo Tahun 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Mastaida Tambun; Indra Agussamad; Tahan Tahan; Dina Afriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47395

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal baik tekanan systolic atau diastolic. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas kombinasi metode slow deep breathing dan konsumsi Apium graveolens (seledri) serta black garlic (bawang hitam) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest with control group design, di mana terdapat dua kelompok: Kelompok intervensi: Mendapatkan terapi slow deep breathing serta konsumsi Apium graveolens dan black garlic. Kelompok kontrol: Tidak diberikan intervensi atau hanya perawatan standar. Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik rata-rata berkisar antara 150 mmHg hingga 160,06 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik rata-rata berkisar antara 97,29 mmHg hingga 101,29 mmHg selama periode tujuh hari. Fluktuasi harian terlihat, dengan tekanan darah tertinggi tercatat pada hari ketujuh (160,06/101,29 mmHg) dan terendah pada hari kedua (155,06/97,29 mmHg). Menariknya, standar deviasi untuk tekanan sistolik (9,098 mmHg) dan diastolik (7,051 mmHg) konsisten di seluruh pengukuran, menunjukkan variabilitas yang stabil dalam sampel. Implementasi program penurunan tensi menggunakan metode Slow Deep Breathing dan pemberian Apium graveolens serta Black Garlic terbukti efektif menurunkan tekanan darah lansia di Desa Bangun Rejo tahun 2025. Program ini berpotensi diterapkan lebih luas di desa-desa lain sebagai pendekatan promotif-preventif dalam penanganan hipertensi lansia
Pelaksanaan Pendamping Penggunaan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Terhadap Prilaku Ibu Dalam Pelayanan Kesehatan Selama Hamil, Puskesmas Gomo kec. Gomo Kab. Nias Selatan Tahun 2023 Miswita Manao; Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Dewi Sartika Hutabarat
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i1.266

Abstract

Menstrual cycle disorders are menstrual disorders, also known as abnormal uterine The maternal and child health program is one of the priorities of the Ministry of Health and the success of the MCH program is one of the main indicators in the National Long Term Development Plan (RPJPN) 2005 – 2025. The aim of implementing assistance in the use of maternal and child health books (KIA) on the behavior of pregnant women in services. Health During Pregnancy, Maternity and Postpartum in the Working Area of ​​the Gomo Health Center, Gomo District, South Nias Regency, 2023. Pre-Experimental Designs research method. The population in this study was all pregnant women at the Gomo District Health Center, Gomo District Health Center. South Nias in 2023 as many as 102 people. Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a p value < 0.05. The results of the research were that the majority of pregnant women who had a positive attitude before the implementation of assistance (pre test) were 31 people (62.00%) after (post test) for four visits there was an increase There were 43 positive attitudes among pregnant women (86.00%). Then the results of the Wilcoxon statistical test obtained p (0.001) < 0.005, so it can be concluded that the null hypothesis was rejected, meaning that there was effectiveness in the actions of pregnant women after being accompanied by the KIA book compared to before being accompanied by the KIA book. Based on the results research, a way to find out early detection of the dangers of pregnancy at the nearest health service on a regular or periodic basis.
OPTIMALISASI PENERAPAN PHBS UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI PADA LANSIA & REMAJA DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2026 Lisdayanti Simanjuntak; Adelina Sembiring; Petra Diansari Zega; Dina Afriani; Sanni Sihombing; Aida Wani
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 10 (2026): Vol. 5 No. 10 Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i10.3952

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi pada remaja dan lansia masih menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh pengetahuan, perilaku, dan penerapan pola hidup sehat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penerapan PHBS terhadap kesehatan reproduksi pada lansia dan remaja di Desa Bangun Rejo Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang terdiri dari 55 lansia dan 45 remaja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PHBS dan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PHBS sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 59 orang (59%), cukup sebanyak 21 orang (21%), dan baik sebanyak 20 orang (20%). Kesehatan reproduksi responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 52 orang (52%), cukup sebanyak 25 orang (25%), dan baik sebanyak 23 orang (23%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan PHBS masih perlu ditingkatkan sebagai upaya mendukung peningkatan kesehatan reproduksi pada remaja dan lansia.Kata kunci: PHBS, kesehatan reproduksi, lansia, remaja, perilaku kesehatan
Therapeutic Communication Phases and Patient Satisfaction in Meeting Basic Care Needs: A Cross-Sectional Study in Inpatient Care Rolasnih Lilista Simbolon; Dina Afriani; Petra Diansari Zega; Dewi Sartika Hutabarat; Herna Rinayanti Manurung; Elisabet Manik; Risna Risna
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2602

Abstract

Therapeutic communication is a core nursing competency that influences patient perceptions of care quality, comfort, safety, and the fulfillment of basic needs during hospitalization. However, evidence remains limited regarding how each phase of therapeutic communication contributes differently to patient satisfaction in inpatient settings. Objective: This study aimed to analyze the relationship between therapeutic communication phases orientation, working, and termination and patient satisfaction in fulfilling basic care needs among inpatients at Mitra Sejati General Hospital, Medan. Methods: A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted from January to March 2024. The sample consisted of 71 inpatients selected using consecutive sampling. Data were collected through structured questionnaires administered via interviews and analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rho correlation test with a significance level of α = 0.05. Findings: Therapeutic communication was generally rated as good across phases, yet patient satisfaction was predominantly neutral (52.1%). Significant positive correlations were found between the orientation phase and patient satisfaction (rₛ = 0.911; p < 0.001) and between the working phase and patient satisfaction (rₛ = 0.787; p = 0.003), while the termination phase showed no significant relationship (rₛ = −0.134; p = 0.265). Implications: The findings highlight the importance of strengthening trust-building communication at the initial and active stages of care. Hospitals should prioritize communication training and clinical protocols that emphasize admission interactions and continuous engagement to improve patient satisfaction and care quality. Originality/Value: This study demonstrates that therapeutic communication phases contribute unequally to patient satisfaction and identifies the orientation phase as the most dominant relational component in the inpatient context, offering new insights for patient-centered nursing practice in Indonesia.
EFEKTIVITAS APIUM GRAVEOLENS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI LANSIA KAMPUNG KB PANGKALAN MASYHUR MEDAN JOHOR TAHUN 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Adelina Sembiring; Lisbet Gurning; Suci Rani Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3636

Abstract

Hypertension is a predominant health issue in the geriatric population, contributing significantly to an increased risk of cardiovascular disease, stroke, and frailty. Major challenges in managing hypertension in the elderly include polypharmacy, declining organ function, and medication adherence. Apium graveolens (celery) contains apigenin and 3-n-butylphthalide, which are known to possess vasodilatory effects. This study aims to evaluate the effectiveness of Apium graveolens administration as a complementary therapy for the prevention and control of stage I hypertension among the elderly in a rural community setting. Methods:This study employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group approach, conducted in Bagun Rejo Village from January to March 2025. The subjects comprised 80 elderly individuals (aged 60 years) with grade I hypertension, selected via purposive sampling. Subjects were divided into two groups: the Intervention Group (n=40), which received a standardized dose of Apium graveolens extract for 8 weeks, and the Control Group (n=40), which received standard lifestyle education. The primary parameters measured were changes in Systolic Blood Pressure (SBP) and Diastolic Blood Pressure (DBP). Data analysis was performed using the Paired t-test and Independent t-test with a 95% confidence level (=0.05).Results: Baseline characteristics between the two groups were homogeneous. After 8 weeks of intervention, the Intervention Group demonstrated a significant reduction in SBP from a mean of 152.4 mmHg to 138.2 mmHg (p 0.001) and a reduction in DBP from 94.5 mmHg to 86.1 mmHg ($p 0.05$). Conversely, the Control Group showed no statistically significant changes. Furthermore, no significant gastrointestinal side effects or electrolyte disturbances were observed in the group consuming Apium graveolens, indicating a favorable safety profile for the elderly. Conclusion:The administration of Apium graveolens proved effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with grade I hypertension . These findings support the potential of Apium graveolens as a safe and affordable adjuvant therapy in community-based hypertension management strategies, aiming to reduce the burden of polypharmacy in the geriatric population. Integration of this program with the Integrated Healthcare Center for the Elderly (Posyandu Lansia) is recommended for sustainability.Keywords: Apium graveolens, Geriatrics, Hypertension, Elderly, Herbal Therapy
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat yang Service Excellent Pada Pasien Cedera Kepala Sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan Agus Rogabe Sihotang; Dina Afriani; Lisbet Gurning; Lisdayanti Simanjuntak; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61743

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi akibat trauma, terutama kecelakaan lalu lintas, dan dapat menyebabkan gangguan neurologis hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada pasien cedera kepala sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu subjek, yaitu Tn. M dengan diagnosis cedera kepala sedang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri kepala dengan skala 5, pusing, mual, keterbatasan mobilitas fisik, serta risiko perfusi serebral tidak efektif. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (trauma), gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, dan risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan cedera kepala. Intervensi meliputi pemantauan tanda vital dan status neurologis, identifikasi skala nyeri, teknik relaksasi napas dalam, mobilisasi bertahap, serta kolaborasi terapi farmakologis. Setelah asuhan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai penurunan nyeri, mobilitas membaik, dan tidak ditemukan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent efektif meningkatkan kondisi pasien cedera kepala sedang melalui pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang Service Excellent Pada Pasien CA. Mamae di Ruangan Thaif RSU Haji Medan Sumatera Utara Nadia Nadia; Dina Afriani; Lisbet Gurning; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62182

Abstract

Kanker payudara (Ca. Mamae) merupakan penyakit tidak menular penyebab utama kematian pada wanita. Di Kota Medan, jumlah penderita kanker mencapai 3.206 kasus dengan kanker payudara sebagai jenis terbanyak (824 kasus), dan di RSU Haji Medan tercatat 331 pasien menjalani tindakan operasi dan perawatan sejak 2023 hingga 2025. Kondisi ini membutuhkan asuhan keperawatan medikal bedah yang komprehensif dan berorientasi pada service excellent. Tujuan menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang berorientasi service excellent pada pasien Ca. Mamae di Ruangan Thaif RSU Haji Medan Sumatera Utara Tahun 2026. Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu subjek yaitu Ny. E, perempuan usia 53 tahun dengan diagnosis medis Ca. Mamae, di Ruangan Thaif RSU Haji Medan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis pada 20 Februari–20 Maret 2026, dengan implementasi 12–15 Maret 2026. Hasil: Ditegakkan empat diagnosis keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif, nyeri kronis, risiko infeksi, dan gangguan citra tubuh. Setelah tiga hari implementasi, kadar hemoglobin meningkat dari 4,9 g/dL menjadi 11 g/dL, skala nyeri turun dari 6 menjadi 3, tidak ditemukan tanda infeksi, dan pasien mampu menerima kondisi tubuhnya. Kesimpulan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah berorientasi service excellent efektif memperbaiki kondisi biopsikososial pasien Ca. Mamae.