Malnutrisi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada lansia akibat penurunan fungsi fisiologis, penurunan kemampuan mengunyah, penurunan nafsu makan, serta keterbatasan mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam meningkatkan status gizi pada lansia dengan diagnosis keperawatan gangguan gizi (inanition). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga orang lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang berdasarkan kriteria memiliki diagnosis keperawatan gangguan gizi akibat penurunan kemampuan mengunyah dan keterbatasan mobilitas, yang dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui pengkajian status gizi, observasi langsung terhadap respons dan kemampuan makan, wawancara subjektif, serta dokumentasi asupan harian selama pemberian PMT yang dipadukan dengan edukasi gizi seimbang. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi lansia sebelum, selama (setiap hari), dan sesudah intervensi berdasarkan persentase PMT yang dihabiskan, perubahan nafsu makan, serta respons klinis pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan konsumsi PMT secara bertahap dan konsisten, yaitu dari sekitar 60% pada hari pertama meningkat menjadi 100% pada hari ketujuh, disertai peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dari 18,0 kg/m² pada hari pertama menjadi 19,0 kg/m² pada hari ketujuh, serta peningkatan nafsu makan dan keaktifan lansia secara progresif tanpa disertai keluhan mual maupun muntah. Pemahaman lansia mengenai pentingnya pemenuhan gizi juga mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi.
Copyrights © 2026