Anjalika Ulfarani
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Self-Efficacy, Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup dan Self-Management pada Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Anjalika Ulfarani; Retno Setyawati; Erna Melastuti
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 1 No 3 (2026): April: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/qeqzyc78

Abstract

Background: Hemodialysis is a long-term renal replacement therapy that often causes physical and psychological changes in patients. Self-efficacy and duration of hemodialysis play an important role in patients' ability to adapt, which affects their quality of life and self-management. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and duration of hemodialysis with quality of life and self-management in hemodialysis patients at Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang. Method: This study is a quantitative study using a cross-sectional approach. There were 105 respondents using total sampling technique. Data collection in this study used questionnaires which were then analyzed using Somers' d test. Results: The results of the study show a significant relationship between self-efficacy and quality of life (ρ=0,001< 0,05) as well as self-efficacy and self-management (ρ=0,001< 0,05). In addition, there was a significant relationship between the duration of hemodialysis and quality of life (ρ=0,001< 0,05) and the duration of hemodialysis and self-management (ρ=0,001< 0,05). Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy, duration of hemodialysis, quality of life, and self-management in hemodialysis patients at Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang.
Penerapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Upaya Meningkatkan Status Gizi pada Lansia Makdum Alaidin; Amanda Putri; Angelika Novita Sari; Anjalika Ulfarani; April Wulandari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2583

Abstract

Malnutrisi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada lansia akibat penurunan fungsi fisiologis, penurunan kemampuan mengunyah, penurunan nafsu makan, serta keterbatasan mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam meningkatkan status gizi pada lansia dengan diagnosis keperawatan gangguan gizi (inanition).  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga orang lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang berdasarkan kriteria memiliki diagnosis keperawatan gangguan gizi akibat penurunan kemampuan mengunyah dan keterbatasan mobilitas, yang dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui pengkajian status gizi, observasi langsung terhadap respons dan kemampuan makan, wawancara subjektif, serta dokumentasi asupan harian selama pemberian PMT yang dipadukan dengan edukasi gizi seimbang. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi lansia sebelum, selama (setiap hari), dan sesudah intervensi berdasarkan persentase PMT yang dihabiskan, perubahan nafsu makan, serta respons klinis pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan konsumsi PMT secara bertahap dan konsisten, yaitu dari sekitar 60% pada hari pertama meningkat menjadi 100% pada hari ketujuh, disertai peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dari 18,0 kg/m² pada hari pertama menjadi 19,0 kg/m² pada hari ketujuh, serta peningkatan nafsu makan dan keaktifan lansia secara progresif tanpa disertai keluhan mual maupun muntah. Pemahaman lansia mengenai pentingnya pemenuhan gizi juga mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi.