Penelitian ini menganalisis perubahan kesehatan mental remaja setelah intervensi mindfulness di SMAN 6 Kota Tangerang. Desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest melibatkan 33 siswa kelas XI yang direkrut menggunakan convenience sampling. Tujuh responden (21,2%) tidak mengikuti posttest sehingga analisis perubahan dilakukan secara complete-case pada 26 responden. Kesehatan mental diukur menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) versi Bahasa Indonesia. TDS pretest antara completer dan loss to follow-up dibandingkan dengan exact Mann-Whitney U test, sedangkan perubahan pretest-posttest dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test. TDS pretest tidak berbeda antara kedua kelompok (15,04±4,81 versus 15,00±3,27; U=96,0; p=0,846). Pada completer, median TDS menurun dari 16,00 (IQR 12,25–17,00) menjadi 13,00 (IQR 9,25–17,00); W=7,5; Z=-4,004; p<0,001; korelasi rank-biserial=0,946. Sebanyak 80,8% responden membaik. Mindfulness diikuti penurunan kesulitan psikologis, tetapi desain tanpa kelompok kontrol membatasi inferensi kausal.
Copyrights © 2026