Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan estimasi 10,8 juta kasus baru dan 1,25 juta kematian pada tahun 2023. Timor-Leste mencatat beban TB yang berat sebagai penyebab kematian kedua dengan angka kematian 127,88 per 100.000 penduduk. Prevalensi TB di wilayah Kampung Alor, Dili mencapai 8,8%, jauh di atas estimasi nasional. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru meliputi faktor demografis, status kesehatan, dan lingkungan di wilayah perkotaan Dili, Timor-Leste. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 83 responden dewasa di wilayah Puskesmas Kampung Alor, Dili. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, pengukuran Indeks Massa Tubuh, checklist observasi lingkungan, dan catatan medis puskesmas. Analisis data secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Proporsi responden dengan TB Paru sebesar 22,9%. Faktor demografis tidak berhubungan signifikan dengan kejadian TB. Status gizi memiliki hubungan signifikan (p=0,000), namun kebiasaan merokok tidak. Dari faktor lingkungan, kepadatan hunian memiliki hubungan sangat signifikan (p=0,000), sedangkan ventilasi, pencahayaan, dan sanitasi tidak. Regresi logistik mengkonfirmasi kepadatan hunian sebagai faktor paling berpengaruh (p=0,000; OR=0,014; 95% CI: 0,002-0,082) dengan akurasi model 88,0%. Kepadatan hunian merupakan faktor paling dominan terhadap kejadian TB Paru. Dinas Kesehatan Kota Dili dan Puskesmas setempat direkomendasikan memprioritaskan intervensi pada rumah tangga dengan kepadatan hunian tinggi, melakukan skrining TB rutin pada populasi berisiko, serta mengintensifkan edukasi tentang sirkulasi udara dan pengurangan jumlah penghuni per kamar.
Copyrights © 2026