p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Argi Virgona Bangun
Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian TB Paru di Wilayah Perkotaan Dili, Timor-Leste Novio De Almeida Pereira; Budiman Budiman; Argi Virgona Bangun; Iin Inayah; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62424

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan estimasi 10,8 juta kasus baru dan 1,25 juta kematian pada tahun 2023. Timor-Leste mencatat beban TB yang berat sebagai penyebab kematian kedua dengan angka kematian 127,88 per 100.000 penduduk. Prevalensi TB di wilayah Kampung Alor, Dili mencapai 8,8%, jauh di atas estimasi nasional. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru meliputi faktor demografis, status kesehatan, dan lingkungan di wilayah perkotaan Dili, Timor-Leste. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 83 responden dewasa di wilayah Puskesmas Kampung Alor, Dili. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, pengukuran Indeks Massa Tubuh, checklist observasi lingkungan, dan catatan medis puskesmas. Analisis data secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Proporsi responden dengan TB Paru sebesar 22,9%. Faktor demografis tidak berhubungan signifikan dengan kejadian TB. Status gizi memiliki hubungan signifikan (p=0,000), namun kebiasaan merokok tidak. Dari faktor lingkungan, kepadatan hunian memiliki hubungan sangat signifikan (p=0,000), sedangkan ventilasi, pencahayaan, dan sanitasi tidak. Regresi logistik mengkonfirmasi kepadatan hunian sebagai faktor paling berpengaruh (p=0,000; OR=0,014; 95% CI: 0,002-0,082) dengan akurasi model 88,0%. Kepadatan hunian merupakan faktor paling dominan terhadap kejadian TB Paru. Dinas Kesehatan Kota Dili dan Puskesmas setempat direkomendasikan memprioritaskan intervensi pada rumah tangga dengan kepadatan hunian tinggi, melakukan skrining TB rutin pada populasi berisiko, serta mengintensifkan edukasi tentang sirkulasi udara dan pengurangan jumlah penghuni per kamar.
Pengaruh Latihan Yoga Prenatal Terhadap Kualitas Tidur dan Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas 1 Jembrana I Komang Reformariski Wiguna; Murtiningsih Murtiningsih; Juju Juhaeriah; Argi Virgona Bangun; Siti Nurbayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62816

Abstract

Ibu hamil trimester III sering mengalami penurunan kualitas tidur dan nyeri punggung akibat perubahan fisiologis, hormonal, dan biomekanik selama kehamilan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, aktivitas sehari-hari, dan kesiapan menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan yoga prenatal terhadap kualitas tidur dan nyeri punggung ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas 1 Jembrana. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan nyeri punggung menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa latihan yoga prenatal diberikan 2 kali per minggu selama 2 minggu. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Rata-rata skor kualitas tidur menurun dari 9,312±2,923 menjadi 4,843±1,272 (p<0,001). Rata-rata skor nyeri punggung menurun dari 6,406±1,542 menjadi 4,093±1,747 (p<0,001). Latihan yoga prenatal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur dan penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer dalam pelayanan antenatal.