Pendidikan Islam multikultural secara konseptual dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang berlandaskan nilai inklusivitas, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, dalam praktiknya, pendekatan ini kerap menunjukkan paradoks karena cenderung bersifat eksklusif dan hanya dipahami oleh kelompok terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kesenjangan antara konsep inklusif pendidikan Islam multikultural dan realitas implementasinya di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksklusivitas pendidikan Islam multikultural disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain lemahnya pemahaman konseptual guru, terbatasnya integrasi nilai multikultural dalam kurikulum dan pembelajaran, serta absennya kebijakan institusional yang mendukung implementasi secara sistematis. Pendidikan Islam multikultural lebih sering berhenti pada tataran normatif dan simbolik, tanpa penghayatan filosofis dan praksis pedagogis yang transformatif. Kondisi ini menyebabkan nilai-nilai multikultural belum optimal dalam membentuk sikap inklusif dan toleran peserta didik. Penelitian ini menegaskan perlunya rekonstruksi pendidikan Islam multikultural agar benar-benar inklusif secara konseptual dan aplikatif dalam praktik pendidikan.
Copyrights © 2026