Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi yang berlokasi di Bekasi Timur merupakan institusi pembinaan narapidana dengan menjalani program kerja dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian mereka. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap rendahnya pengetahuan dan keterampilan warga binaan dalam pembuatan tempe serta keterbatasan petugas sebagai fasilitator, disertai permasalahan penumpukan limbah organik pangan di Lapas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 10 warga binaan dan 3 petugas Lapas dan berlangsung selama 12 minggu melalui penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, pendampingan, dan pemantauan hasil. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan persiapan, pengenalan kacang koro pedang sebagai bahan baku alternatif, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, praktik penyemaian dan budidaya kacang koro, serta pelatihan produksi tempe berbahan baku lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 43,18 kg limbah organik berhasil dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik padat dan cair, sementara fermentasi tempe menggunakan rak yang terbuat dari logam menghasilkan pertumbuhan jamur miselium yang lebih merata. Kegiatan ini mendukung kemandirian pangan, keterampilan kerja, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kacang Koro Pedang, Lembaga Pemasyarakatan, Limbah Organik, Tempe Lokal.
Copyrights © 2026