Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Lama Waktu Perebusan terhadap Karakteristik Fisikokimia Tepung Kluwih Termodifikasi dengan Metode Perebusan-Pendinginan Lukman Azis; Azzahra Putri Diandra; Lumina Astrid Utami; Hamidatun Hamidatun
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v11i2.5468

Abstract

Kluwih (Artocarpus camansi) is an underutilized starch-rich crop with promising potential for development as a functional food ingredient through starch modification. This study aimed to analyse the physicochemical properties of modified kluwih flour produced via a boiling–cooling process. A completely randomized design (CRD) with a single factor namely boiling time (0, 5, 10, and 15 min) was applied, followed by cooling and drying. The evaluated parameters included proximate composition (moisture, ash, fat, protein, and carbohydrate by difference), amylose and amylopectin contents, resistant starch, and color characteristics (L, a*, b*). Boiling time significantly influenced most physicochemical attributes (p < 0.05). Prolonged boiling increased moisture, carbohydrate, and resistant starch contents, while decreasing fat, protein, ash, and amylose levels. The highest resistant starch content (16.74 g/100 g) was achieved at 15 min of boiling. These changes are attributed to starch gelatinization during heating and subsequent retrogradation upon cooling. Furthermore, boiling duration significantly affected flour brightness. In conclusion, the boiling–cooling method effectively modified the physicochemical characteristics of kluwih flour. A 15-min boiling treatment optimized resistant starch formation, highlighting its potential for functional food applications.Keywords - Boiling–Cooling, Kluwih, Modified Flour, Proximate Composition, Resistant Starch.
Peningkatan Keterampilan Anak Binaan Melalui Pelatihan Pembuatan Pempek Sayur Frozen Kemas Vakum di LPKA Kelas II Jakarta Lukman Azis; Ema Komalasari; Riri Safitri; Mohammad Fajri Romadhan; Fazriel Mahesa Surya; Safira Aprilia Putri; Hamidatun Hamidatun
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i3.4717

Abstract

AbstrakPempek sayur frozen merupakan salah satu produk inovasi pangan, menambahkan irisan sayuran dan  ekstrak sari sayuran dalam adonan pempek. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta telah membudidayakan sayur pakcoy hidroponik dengan hasil yang berlimpah. Namun, pemanfaatan sayur ini tidak optimal karena keterbatasan pengetahuan dalam mengolah menjadi produk dengan masa simpan yang panjang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta tentang pembuatan pempek sayur kemas vakum. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 minggu dengan kedatangan sebanyak 3 kali dan diikuti oleh 10 anak binaan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari (1) Sosialisasi; (2) Pelatihan dan praktik pembuatan pempek sayur frozen kemas vakum; (3) Pelatihan label kemasan pangan olahan, (4) Monitoring dan evaluasi; serta (5) Keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan anak binaan mengalami peningkatan dari hasil pre- dan post-test sebesar 26,3%. Selain itu, anak binaan juga diketahui mampu mempraktekan kembali pembuatan pempek sayur yang telah dijelaskan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta.Kata kunci: Anak Binaan, Label Kemasan, Kemasan Vakum, Pempek Sayur.
Diversifikasi Tempe Melalui Budidaya Kacang Koro Pedang: Strategi Pengelolaan Limbah Organik dan Peningkatan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Nabila Aryanti; Kayla Aprilia Mauly; Nashwa Salsabila; Syifa Khaila Syafitri; Nazwa Aiska Vaerani; Lukman Azis
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i3.6040

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi yang berlokasi di Bekasi Timur merupakan institusi pembinaan narapidana dengan menjalani program kerja dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian mereka. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap rendahnya pengetahuan dan keterampilan warga binaan dalam pembuatan tempe serta keterbatasan petugas sebagai fasilitator, disertai permasalahan penumpukan limbah organik pangan di Lapas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 10 warga binaan dan 3 petugas Lapas dan berlangsung selama 12 minggu melalui penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, pendampingan, dan pemantauan hasil. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan persiapan, pengenalan kacang koro pedang sebagai bahan baku alternatif, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, praktik penyemaian dan budidaya kacang koro, serta pelatihan produksi tempe berbahan baku lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 43,18 kg limbah organik berhasil dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik padat dan cair, sementara fermentasi tempe menggunakan rak yang terbuat dari logam menghasilkan pertumbuhan jamur miselium yang lebih merata. Kegiatan ini mendukung kemandirian pangan, keterampilan kerja, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kacang Koro Pedang, Lembaga Pemasyarakatan, Limbah Organik, Tempe Lokal.