Kelapa merupakan komoditas strategis yang menjadi sumber pendapatan utama bagi petani di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Kopra sebagai produk turunan utama kelapa sangat menentukan tingkat pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan petani kelapa setelah kenaikan harga kopra dan menganalisis pengaruh kenaikan harga kopra terhadap pendapatan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner terhadap 30 responden. Analisis data menggunakan metode R/C Ratio dengan membandingkan penerimaan dan biaya produksi pada tiga musim panen tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani kelapa mengalami peningkatan setelah terjadinya kenaikan harga kopra. Rata-rata pendapatan per petani meningkat dari Rp1.578.000 pada musim pertama (Maret, harga kelapa Rp3.500/butir) menjadi Rp2.611.000 pada musim kedua (Juli, harga kelapa Rp5.000/butir), dan Rp2.272.000 pada musim ketiga (November, harga kelapa Rp4.500/butir). Nilai R/C Ratio pada ketiga musim masing-masing sebesar 3,25; 4,62; dan 4,23, seluruhnya lebih besar dari 1 yang menunjukkan usahatani kelapa menguntungkan dan layak dikembangkan. Kenaikan harga kopra terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan petani karena meningkatnya total penerimaan (TR) sementara biaya produksi (TC) relatif tetap.
Copyrights © 2026