: Buah senduduk bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik yang berpotensi dijadikan bahan aktif pada sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak buah senduduk bulu menjadi gel sekaligus menilai sifat fisik serta tingkat iritasi pada kelinci jantan. Penelitian bersifat eksperimental dengan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96 %. Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi empat persiapan: F0 tanpa ekstrak, F1 dengan konsentrasi 4 %, F2 dengan 6 %, dan F3 dengan 8 %. Penilaian sediaan meliputi sifat organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, serta uji iritasi akut dermal yang dipantau melalui munculnya eritema dan edema pada 24, 48, dan 72 jam. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 12 %. Semua formula bersifat homogen dan memenuhi standar pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas, dengan rentang pH antara 5,11–5,87. Indeks iritasi primer untuk F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 1,6; 1,8; dan 2,4, menandakan iritasi ringan hingga sedang. F3 dipilih sebagai formula terbaik berdasarkan sifat fisiknya, namun penggunaannya harus mempertimbangkan aspek keamanan karena menimbulkan iritasi sedang. Dengan demikian, ekstrak buah senduduk bulu berpotensi dikembangkan menjadi bahan aktif gel topikal, meskipun diperlukan evaluasi keamanan lebih lanjut.
Copyrights © 2026