The rapid development of digital technology in higher education requires students to possess adequate digital literacy to support learning while coping with various academic challenges. However, digital competence alone may not be sufficient to build learning resilience, as learning motivation may serve as an important mechanism linking digital capabilities to students' ability to persist and adapt when facing academic pressures. This study aims to analyze the effect of digital literacy on students' learning resilience, with learning motivation as a mediating variable, and to test whether the strength of these relationships differs across gender and study-program groups using Multi-Group Analysis (MGA). The subjects were 265 students from the Accounting and Accounting Education study programs, Faculty of Economics, Universitas Negeri Medan, analyzed quantitatively using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Results show that digital literacy significantly affects learning resilience, both directly (path coefficient 0.251; t=4.659) and indirectly through learning motivation (coefficient 0.300; t=7.805; p<0.05), indicating that learning motivation plays a partial mediating role in this relationship. The MGA results reveal that the magnitude of the indirect effect of digital literacy on learning resilience through learning motivation does not differ significantly between male and female students (specific indirect effect difference 0.017; p=0.829), nor between the Accounting and Accounting Education groups (specific indirect effect difference −0.049; p=0.668). In other words, the mediating pathway involving digital literacy, learning motivation, and learning resilience is consistent across gender and study-program groups. These findings confirm that strengthening digital literacy and learning motivation is a strategy equally relevant for all students, regardless of these demographic characteristics. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus menghadapi berbagai tantangan akademik. Namun, kemampuan digital saja belum tentu cukup untuk membangun ketahanan belajar, karena motivasi belajar dapat menjadi mekanisme penting yang menghubungkan kemampuan tersebut dengan kemampuan mahasiswa untuk bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital terhadap ketahanan belajar mahasiswa, dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi, serta menguji apakah kekuatan hubungan antarvariabel tersebut berbeda antar kelompok gender dan program studi melalui Multi-Group Analysis (MGA). Subjek penelitian adalah 265 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, dengan pendekatan kuantitatif dan analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil menunjukkan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap ketahanan belajar, baik secara langsung (koefisien jalur 0,251; t=4,659) maupun tidak langsung melalui motivasi belajar (koefisien 0,300; t=7,805; p<0,05), yang menunjukkan bahwa motivasi belajar berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan tersebut. Hasil MGA menunjukkan bahwa besaran pengaruh tidak langsung literasi digital terhadap ketahanan belajar melalui motivasi belajar tidak berbeda signifikan antara kelompok mahasiswa pria dan wanita (selisih specific indirect effect 0,017; p=0,829), maupun antara kelompok Akuntansi dan Pendidikan Akuntansi (selisih specific indirect effect −0,049; p=0,668). Dengan kata lain, jalur mediasi literasi digital, motivasi belajar, dan ketahanan belajar bersifat konsisten lintas kelompok gender dan program studi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dan motivasi belajar merupakan strategi yang relevan secara merata bagi seluruh mahasiswa, tanpa perlu dibedakan berdasarkan karakteristik demografis tersebut.
Copyrights © 2026