Aluminium 5083 banyak digunakan pada struktur maritim karena memiliki kekuatan yang relatif tinggi, bobot ringan, serta ketahanan korosi yang baik. Namun, struktur kapal bekerja pada kondisi lingkungan dengan perubahan temperatur dan menerima beban kejut yang dapat memengaruhi kemampuan material dalam menyerap energi serta menahan terjadinya patah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi temperatur terhadap kekuatan impak Aluminium 5083 serta mengidentifikasi karakteristik makroskopis patahan yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pengujian impak Charpy. Spesimen dibuat mengacu pada ASTM E23 dengan ukuran 55 mm × 10 mm dan takikan berbentuk V sedalam 2 mm. Pengujian dilakukan pada temperatur 4°C, 10°C, 16°C, serta temperatur ruang sekitar 25°C, dengan tiga spesimen pada setiap kondisi temperatur terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai impak meningkat seiring peningkatan temperatur, yaitu 1,67 J/mm² pada 4°C, 1,84 J/mm² pada 10°C, 1,87 J/mm² pada 16°C, dan 1,93 J/mm² pada 25°C. Pengamatan makroskopis menunjukkan seluruh spesimen mengalami patahan berserat yang mengindikasikan perilaku relatif ulet. Dengan demikian, semakin tinggi temperatur pada rentang pengujian, semakin tinggi kekuatan impak Aluminium 5083, sementara karakteristik patahannya tetap didominasi patahan berserat.
Copyrights © 2026