Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERANCANGAN PACK CARBURIZING DENGAN METODA EKSPERIMEN SUNGGUHAN MENGGUNAKAN ARANG LAMTORO LOKAL PULAU TIMOR Rerung, Oktovianus Dharma; Ully, Dedy Nataniel
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 2 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3375.104 KB) | DOI: 10.24176/simet.v10i2.3184

Abstract

Pack carburizing adalah salah satu cara perlakuan panas untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja. Penelitian ini menggunakan arang lamtoro lokal pulau Timor yang biasa digunakan sebagai kayu bakar oleh masyarakat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karateristik dari sifat fisis dan mekanis baja karbon rendah akibat pengarbonan. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan yaitu melakukan pengarbonan baja dengan holding time 1-4 jam dengan quencing air. Hasil penelitian menunjukkan holding time berbanding lurus dengan peningkatan kekuatan tarik (?) dan kekerasan (HRC) tetapi berbanding terbalik dengan regangan (?). Nilai kekerasan baja juga meningkat siknifikan antara 374.66% ~ 394.50%, dengan perubahan fisis dari transformasi fasa lamelar perlit menjadi fasa martensit. Model matematis yang dibentuk masing-masing hubungan holding time terhadap yielding strength, kekerasan dan regangan. Variabel ? variable X dari masing-masing pendekatan matematis tersebut mengalami penambahan/penurunan maka variabel Y mengikuti operasi aljabar yang terbentuk dari persamaan regresi maupun eksponensial tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan arang kayu lamtoro lokal Timor baik digunakan untuk bahan pengarbonan baja.
PERANCANGAN BUSHING PENGGANTI BEARING PADA POMPA BAHAN BAKAR MESIN MTU 12V2000G62 DI PLTD SEMAU Yudi Krisyanto Nggi; Oktovianus Darma Rerung; Nasarudin Nasarudin
Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/jtm.v3i2.739

Abstract

Bushing merupakan komponen yang fungsinya terbilang cukup penting. Akan tetapi komponen ini sering kali terlupakan, hal tersebut dikarenakan letaknya yang tersembunyi. Namun perlu diketahui juga bahwa bushing juga merupakan bantalan yang dapat mengantikan fungsi suatu bearing yang mengalami keruskan. Oleh karena itu, maka dibutuhkan solusi berupa sebuah alat bushing yang dapat menganti fungsi kerja dari bearing pada pompa bahan bakar tersebut. Teknologi yang direncanakan ini adalah teknologi tepat guna sebagai sarana pendukung dalam proses pengoperasian pompa bahan bakar mesin diesel MTU 12V2000G62. Rumusan masalah yang akan diselesaikan dalam proses pembuatan alat bushing ini yaitu bagaimana membuat suatu alat untuk mengganti fungsi bearing pada pompa bahan bakar mesin diesel MTU 12V2000G62 di PLTD Semau Dalam proses perencanaan alat bushing ini memiliki metode – metode yang di gunakan yaitu analisis dan perancangan. Dimana dalam tahap analisis dan perancangan meliputi langka – langka yang dilakukan untuk menunjang tujuan dalam penyelesaian pembuatan alat ini antara lain studi awal, pemilihan konsep, dasar pertimbangan, tahap perencanaan, tahap pembuatan, tahap uji fungsi, dan tahap analisa. Dari hasil yang pembuatan bushing telah didapat maka diketahui bahwa diameter luar bushing 17,5, mm diameter dalam, 12,5 mm dan panjang 14,7 mm. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa bushing kuningan lebih layak digunakam dibandingkan baja st 37 hal ini dapat dilihat dari tabel hasil pengujian yang telah dilakukan.
STUDI TENTANG PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS BAHAN BAKAR BRIKET PADA PROSES PERLAKUAN PANAS MENGGUNAKAN TUNGKU KRUSIBEL SEDERHANA oktovianus dharma rerung; Alexius Leonardo Johanis; Roymons Jimmy Dimu
Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2019): Vol. 2 NO. 2 (2019) Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.072 KB) | DOI: 10.32511/jtm.v2i2.618

Abstract

Salah satu kendala dalam proses perlakuan panas adalah bagaimana mendapatkan bahan bakar atau energi yang murah. Penelitian ini mencoba membandingkan karateristik temperatur, lama pembakaran dan sifat lainnya dari briket batubara, briket kayu kusambi dan briket arang tempurung kelapa dalam perlakuan panas menggunakan tungku krusibel sederhana. Semua bahan bakar padat yang digunakan diberi perlakuan yang sama sehinngga karateristik yang dihasilkan dapat dibandingkan satu terhadap yang lain. Hasil penelitian menunjukkan briket batu bara merupakan jenis bahan bakar padat yang mempunyai kecepatan pembakaran tercepat mencapai temperature austenite.. Berbanding terbalik dengan briket batubara terlihat briket arang tempurung kelapa merupakan jenis bahan bakar yang lambat dalam pembakaran dimana mencapai temperature austenite setelah menit ke 25Salah satu kendala dalam proses perlakuan panas adalah bagaimana mendapatkan bahan bakar atau energi yang murah. Penelitian ini mencoba membandingkan karateristik temperatur, lama pembakaran dan sifat lainnya dari briket batubara, briket kayu kusambi dan briket arang tempurung kelapa dalam perlakuan panas menggunakan tungku krusibel sederhana. Semua bahan bakar padat yang digunakan diberi perlakuan yang sama sehinngga karateristik yang dihasilkan dapat dibandingkan satu terhadap yang lain. Hasil penelitian menunjukkan briket batu bara merupakan jenis bahan bakar padat yang mempunyai kecepatan pembakaran tercepat mencapai temperature austenite.. Berbanding terbalik dengan briket batubara terlihat briket arang tempurung kelapa merupakan jenis bahan bakar yang lambat dalam pembakaran dimana mencapai temperature austenite setelah menit ke 25
Kajian Penggunaan Zeolit Alam Kabupaten Kupang Untuk Menurunkan Emisi Gas Buang Co dan HC Pada Motor Bensin 4 Silinder Aris Palinggi; Oktovianus D Rerung; Edwin P.D. Hattu
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.069 KB)

Abstract

Salah satu upaya pengurangan konsentrasi emisi gas buang adalah dengan menggunakan catalytic conventer baik yang dibuat maupun yang diambil dari alam. Kabupaten Kupang adalah daerah yang terdapat banyak zeolit alam dan banyak ditemukan pada tambang tanah putih dengan bentuk berupa batuan dengan bobot yang ringan.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perubahan konsentrasi emisi gas CO dan HC, saat menggunakan katalis dari zeolit alam Kabupaten Kupang dengan luas kontak berbeda,yang selanjutnya dibandingkan terhadap keadaan standar. Metode kajian yang digunakan adalah mengambil sampel zeolit dari Kabupaten Kupang kemudian dibuat dalam butiran kecil dan dipakai sebagai penyaring dalam knalpot yang dibuat berdasarkan ukuran luas kontak yang diperlukan. Luas kontak zeolit dengan gas buang adalah 1000 cm2, 1500 cm2, 2000 cm2, 2500 cm2 dan 3000 cm2. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran engine 1000 sampai dengan 3500 rpm. Hasil penelitian menunjukkan penurunan emisi CO sebesar 31 % dan HC sebesar 17 % terhadap konsisi standar ,dengan penurunan emisi terbesar terjadi pada luas kontak yang besar, sedangkan terhadap putaran mesin juga terjadi penurunan pada putaran tinggi.
ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK TERHADAP KEKERASAN MATERIAL BAJA KARBON RENDAH PADA DAERAH LASAN TIG DAN MIG Roymons Jimmy Dimu; Oktovianus Dharma Rerung
Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 (2019) Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.117 KB) | DOI: 10.32511/jtm.v2i1.335

Abstract

Abstrak Banyak faktor yang mempengaruhi hasil pengelasan sehingga cacat pengelasan dapat timbul pada hasil las adalah adanya pengaruh magnetic arc blow, ini disebabkan karena kondisi medan magnet yang tidak seimbang di sekeliling busur listrik. Kondisi medan magnet yang tak seimbang ini disebabkan karena arus mengalir melalui beberapa medium yang berbeda, yaitu elektroda, udara, dan benda kerja. Mengingat efek magnetic arc blow terhadap kualitas hasil las cukup penting, mendorong dilakukannya penelitian ini dengan menggunakan variasi pengelasan dengan variasi arus 150 A, 175 A dan 200 A pada pengelasan Tig dan Mig. Proses pengujian ini bertujuan untuk Mempelajari pengaruh Daerah Lasan terhadap hasil las (kekerasan). Dari hasil pengujian yang dilakukan Daerah Lasan untuk pengelasan TIG dan MIG yang memiliki kekerasan tertinggi yaitu pada daerah las dibandingkan dengan daerah logam induk dan HAZ. Pada daerah las pengelasan TIG dengan kuat arus 150 A memiliki nilai kekerasan tertinggi yaitu 88 HRB, dan pada daerah las pengelasan MIG dengan kuat arus 200 A memiliki nilai kekerasan tertinggi yaitu 92,7 HRB.
Pembuatan Kitosan dari Kulit dan Kepala Udang Laut Perairan Kupang Sebagai Pengawet Ikan Teri Segar Mamiek Mardyaningsih; Aloysius Leki; Oktovianus D. Rerung
Jurnal Rekayasa Proses Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.412 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.11375

Abstract

The objective of the study is to examine the feasibility of chitosan from skin and head of the shrimp from Kupang seas as a fresh anchovy preservative. The study was conducted through two stages: chitosan production and application of chitosan as fresh anchovy preservative. Chitosan production generally starts from shrimp waste flour manufacture, deproteinization, demineralization and deacetilation. The concentration of chitosan as fresh anchovy preservative is 1.5%. Chitosan characterization includes water, protein, ash and fat and fresh anchovy test which covers the organoleptic test, microbiology and proximate test. The results showed that chitosan has flake shape with moisture content of 2.81%, ash 0.75%, nitrogen 7.26%, clear transparent color and 79.11% degree of deacetilation. Characteristics of chitosan meet Proptan Laboratoris standards. Storage life of fresh anchovy soaked in chitosan is 3 days at room temperature storage, while for normal fresh anchovy is only 1 day. Chitosan can extend the storage life, increase the rate of protein fish, preserve the taste of fresh anchovy and make the fresh anchovy more shinny. Keywords: shrimp waste, chitosan, preservative, fresh anchovy Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan kitosan dari kulit dan kepala udang laut perairan Kupang sebagai pengawet ikan teri segar. Penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap yaitu pembuatan kitosan dan aplikasi kitosan sebagai pengawet ikan teri segar. Pembuatan kitosan secara umum dimulai dari pembuatan tepung limbah udang, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Aplikasi pengawetan ikan teri segar menggunakan kitosan dengan konsentrasi 1,5%. Karakterisasi kitosan meliputi kadar air, abu, protein dan derajat deasetilasi. Uji ikan teri segar meliputi uji organoleptik, mikrobiologi dan uji proksimat. Hasil penelitian menunjukkan kitosan yang dihasilkan memiliki bentuk partikel serpihan, kadar air 2,81%, kadar abu 0,75%, kadar nitrogen 7,26%, warna larutan jernih dan derajat deasetilasi 79,11%. Karakteristik kitosan sudah memenuhi standar Proptan Laboratoris. Kitosan dapat memperpanjang umur penyimpanan dan meningkatkan kadar protein. Umur simpan ikan teri segar yang dicelup kitosan adalah 3 hari pada penyimpanan suhu kamar, sedangkan untuk ikan teri segar kontrol hanya 1 hari. Kitosan tidak merubah cita rasa ikan teri segar dan membuat penampakan ikan teri segar mengkilat. Kata kunci: limbah udang laut, kitosan, pengawet, ikan teri segar
PERANCANGAN PACK CARBURIZING DENGAN METODA EKSPERIMEN SUNGGUHAN MENGGUNAKAN ARANG LAMTORO LOKAL PULAU TIMOR Oktovianus Dharma Rerung; Dedy Nataniel Ully
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 2 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v10i2.3184

Abstract

Pack carburizing adalah salah satu cara perlakuan panas untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja. Penelitian ini menggunakan arang lamtoro lokal pulau Timor yang biasa digunakan sebagai kayu bakar oleh masyarakat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karateristik dari sifat fisis dan mekanis baja karbon rendah akibat pengarbonan. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan yaitu melakukan pengarbonan baja dengan holding time 1-4 jam dengan quencing air. Hasil penelitian menunjukkan holding time berbanding lurus dengan peningkatan kekuatan tarik () dan kekerasan (HRC) tetapi berbanding terbalik dengan regangan (). Nilai kekerasan baja juga meningkat siknifikan antara 374.66% ~ 394.50%, dengan perubahan fisis dari transformasi fasa lamelar perlit menjadi fasa martensit. Model matematis yang dibentuk masing-masing hubungan holding time terhadap yielding strength, kekerasan dan regangan. Variabel – variable X dari masing-masing pendekatan matematis tersebut mengalami penambahan/penurunan maka variabel Y mengikuti operasi aljabar yang terbentuk dari persamaan regresi maupun eksponensial tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan arang kayu lamtoro lokal Timor baik digunakan untuk bahan pengarbonan baja.
Pembuatan Kitosan dari Kulit dan Kepala Udang Laut Perairan Kupang Sebagai Pengawet Ikan Teri Segar Mamiek Mardyaningsih; Aloysius Leki; Oktovianus D. Rerung
Jurnal Rekayasa Proses Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.11375

Abstract

The objective of the study is to examine the feasibility of chitosan from skin and head of the shrimp from Kupang seas as a fresh anchovy preservative. The study was conducted through two stages: chitosan production and application of chitosan as fresh anchovy preservative. Chitosan production generally starts from shrimp waste flour manufacture, deproteinization, demineralization and deacetilation. The concentration of chitosan as fresh anchovy preservative is 1.5%. Chitosan characterization includes water, protein, ash and fat and fresh anchovy test which covers the organoleptic test, microbiology and proximate test. The results showed that chitosan has flake shape with moisture content of 2.81%, ash 0.75%, nitrogen 7.26%, clear transparent color and 79.11% degree of deacetilation. Characteristics of chitosan meet Proptan Laboratoris standards. Storage life of fresh anchovy soaked in chitosan is 3 days at room temperature storage, while for normal fresh anchovy is only 1 day. Chitosan can extend the storage life, increase the rate of protein fish, preserve the taste of fresh anchovy and make the fresh anchovy more shinny. Keywords: shrimp waste, chitosan, preservative, fresh anchovy Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan kitosan dari kulit dan kepala udang laut perairan Kupang sebagai pengawet ikan teri segar. Penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap yaitu pembuatan kitosan dan aplikasi kitosan sebagai pengawet ikan teri segar. Pembuatan kitosan secara umum dimulai dari pembuatan tepung limbah udang, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Aplikasi pengawetan ikan teri segar menggunakan kitosan dengan konsentrasi 1,5%. Karakterisasi kitosan meliputi kadar air, abu, protein dan derajat deasetilasi. Uji ikan teri segar meliputi uji organoleptik, mikrobiologi dan uji proksimat. Hasil penelitian menunjukkan kitosan yang dihasilkan memiliki bentuk partikel serpihan, kadar air 2,81%, kadar abu 0,75%, kadar nitrogen 7,26%, warna larutan jernih dan derajat deasetilasi 79,11%. Karakteristik kitosan sudah memenuhi standar Proptan Laboratoris. Kitosan dapat memperpanjang umur penyimpanan dan meningkatkan kadar protein. Umur simpan ikan teri segar yang dicelup kitosan adalah 3 hari pada penyimpanan suhu kamar, sedangkan untuk ikan teri segar kontrol hanya 1 hari. Kitosan tidak merubah cita rasa ikan teri segar dan membuat penampakan ikan teri segar mengkilat. Kata kunci: limbah udang laut, kitosan, pengawet, ikan teri segar
KAJIAN PENGGUNAAN SINAR MATAHARI UNTUK PENGKONDISIAN UDARA RUANGAN MENGGUNAKAN BATU ALAM PULAU TIMOR SEBAGAI PENYERAP PANAS PADA SYTEM DINDING TROMBE Aris Palinggi; Oktovianus D. Rerung; Edwin P. D. Hattu
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.871 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v3i1.192

Abstract

Penggunaan energi fosil yang semakin meningkat pada akhirnya menyebabkan pemanasan global, oleh sebab penggunaan energi yang bersih seperti energi matahari sangat diperlukan. Energi matahari dapat digunakan untuk mendinginkan ruangan yaitu dengan sistem dinding Trombe. Dinding Trombe banyak digunakan dengan posisi vertikal di negara-negara sub tropis. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi suhu ruangan setelah diterapkan sistem dinding Trombe. Metode yang digunakan adalah penggunaan batu alam Pulau Timor sebagai penyerap panas dan dilakukan dengan alat simulasi berupa kotak. Perhitungan panas dilakukan dengan pemasangan sensor panas dan software berupa Adriuno Uno dan Ashare. Pengambilan data setiap 5 menit dari jam 09.00 sampai jam 21.00. Penelitian dilakukan dengan memperbandingkan kondisi udara (temperatur) udara Luar ruangan dengan ruangan tanpa dinding Trombe, dan ruangan dengan dinding Trombe vertikal,. Kondisi udara ruangan tersebut juga akan dibandingkan dengan kondisi standar kenyamanan udara untuk aktivitas manusia. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa penggunaan dinding Trombe di daerah tropis akan membuat ruangan lebih sejuk Penggunaan dinding Trombe Horizontal mampu menurunkan suhu lebih rendah dibanding vertikal. Semua data yang didapatkan menunjukkan kondisi ruangan dengan dinding Trombe masih belum memenuhi syarat kenyamanan manusia sebab pada saat pengambilan data kondisi suhu di NTT sedang musim panas.
Pembuatan kitosan dari kulit dan kepala udang laut perairan kupang sebagai pengawet ikan teri segar Mamiek Mardyaningsih; Aloysius Leki; Oktovianus D. Rerung
Jurnal Rekayasa Proses Vol 8 No 2 (2014): Volume 8, Number 2, 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.11375

Abstract

The objective of the study is to examine the feasibility of chitosan from skin and head of the shrimp from Kupang seas as a fresh anchovy preservative. The study was conducted through two stages: chitosan production and application of chitosan as fresh anchovy preservative. Chitosan production generally starts from shrimp waste flour manufacture, deproteinization, demineralization and deacetilation. The concentration of chitosan as fresh anchovy preservative is 1.5%. Chitosan characterization includes water, protein, ash and fat and fresh anchovy test which covers the organoleptic test, microbiology and proximate test. The results showed that chitosan has flake shape with moisture content of 2.81%, ash 0.75%, nitrogen 7.26%, clear transparent color and 79.11% degree of deacetilation. Characteristics of chitosan meet Proptan Laboratoris standards. Storage life of fresh anchovy soaked in chitosan is 3 days at room temperature storage, while for normal fresh anchovy is only 1 day. Chitosan can extend the storage life, increase the rate of protein fish, preserve the taste of fresh anchovy and make the fresh anchovy more shinny.