Penurunan fungsi fisiologis meningkatkan risiko malnutrisi pada populasi lanjut usia (lansia). Walaupun Kecamatan Langgudu memiliki potensi pangan lokal yang melimpah, prevalensi gizi kurang pada lansia di wilayah ini terus meningkat hingga mencapai 24,7% pada tahun 2023. Penelitian ini menganalisis pengaruh pola konsumsi pangan lokal terhadap kejadian malnutrisi lansia di Kecamatan Langgudu. Penelitian observasional analitik berdesain cross-sectional ini melibatkan 96 responden lansia. Peneliti mengukur pola konsumsi menggunakan instrumen Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan menilai kejadian malnutrisi menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA) serta status gizi. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 77,1% lansia memiliki pola konsumsi pangan kurang dan 53,1% mengalami malnutrisi. Uji statistik membuktikan terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara pola konsumsi pangan dengan kejadian malnutrisi (p-value = 0,000). Seluruh lansia dengan pola konsumsi baik terhindar dari malnutrisi, sedangkan 68,9% lansia berpola konsumsi kurang terdiagnosis malnutrisi. Kesimpulannya, kualitas pola konsumsi pangan lokal menentukan status gizi lansia secara langsung. Optimalisasi pemanfaatan pangan endemik terbukti efektif mencegah malnutrisi pada kelompok geriatri.
Copyrights © 2026