Perilaku sedentari dan paparan screen time yang tinggi semakin umum pada pasien dewasa dengan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan diduga berkontribusi terhadap buruknya kontrol glikemik. Tinjauan ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah mengenai hubungan screen time dan perilaku sedentari dengan parameter glikemik pada pasien DMT2. Systematic literature review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian di PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang diinklusi melibatkan pasien dewasa DMT2 dan menilai screen time atau perilaku sedentari terhadap luaran glikemik. Seleksi menghasilkan tujuh studi (2021–2025) dengan desain randomized controlled trial, intervensi non-acak, kohort, dan potong lintang. Risiko bias dinilai menggunakan RoB 2, ROBINS-I, dan JBI menunjukkan kualitas metodologis bervariasi dengan dominasi risiko sedang. Hasil menunjukkan screen time berkorelasi positif dengan HbA1c (ρ = 0,178; p = 0,002). Intervensi yang menurunkan waktu duduk melaporkan penurunan HbA1c sebesar 0,51% (p < 0,05), sedangkan interupsi duduk tiap 60 menit menurunkan glukosa postprandial (17,0 vs 21,4 mmol.h.L⁻¹; p < 0,05) dan waktu hiperglikemia (1,5 vs 2,2 jam; p = 0,001). Pembatasan screen time dan pengurangan perilaku sedentari berpotensi memperbaiki kontrol glikemik pada pasien DMT2.
Copyrights © 2026