Kolestasis merupakan hambatan aliran empedu yang menyebabkan terganggunya sekresi berbagai substansi yang seharusnya diekskresikan dari empedu ke duodenum, sehingga bahan-bahan tersebut tertahan di dalam hepar dan menimbulkan kerusakan hepatosit. Dilaporkan salah satu kasus kolestasis pada seorang bayi laki-laki usia 25 hari di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Laporan kasus ini menggambarkan seorang bayi laki-laki berusia 25 hari yang mengalami kolestasis ditandai dengan ikterus persisten, peningkatan kadar bilirubin direk, dan temuan ultrasonografi berupa kandung empedu yang tidak berkontraksi setelah makan tanpa adanya obstruksi yang jelas. Pasien menunjukkan gejala klinis termasuk ikterus sklera dan warna urin kuning tua, dengan hasil laboratorium yang mengkonfirmasi hiperbilirubinemia yang signifikan. Penanganan awal melibatkan pemberian asam ursodeoksikolat dan vitamin larut lemak, diikuti dengan rujukan ke poli anak subdivisi gastrohepatologi. Kasus ini menggarisbawahi pentingnya penilaian klinis, laboratorium, dan pencitraan yang komprehensif dalam mendiagnosis kolestasis neonatal, yang dapat berasal dari berbagai etiologi seperti atresia bilier, infeksi, atau gangguan metabolisme. Diagnosis dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan hasil dan mencegah komplikasi hati jangka panjang.
Copyrights © 2026