Demam dengue merupakan penyakit infeksi tropis yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini tetap menjadi masalah kesehatan global dengan kecenderungan peningkatan insidensi dalam beberapa tahun terakhir. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan manifestasi klinis demam dengue dengan temuan peningkatan SGOT tanpa disertai kenaikan SGPT, yang dapat mencerminkan keterlibatan hepatoseluler ringan. Seorang perempuan 27 tahun datang dengan demam naik turun selama enam hari, disertai gusi berdarah, pusing, mual, perut terasa panas, nyeri tekan epigastrik dan hipokondriak kanan, serta penurunan nafsu makan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang yang mendukung demam dengue. Pasien mendapatkan tata laksana berupa cairan Ringer Lactate, paracetamol, ondansentron, pantoprazole, asam traneksamat, dan suplemen Curcuma, serta terapi nonmedikamentosa berupa tirah baring, hidrasi adekuat, dan diet seimbang. Laporan kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, pemantauan fungsi hati, dan tata laksana yang tepat untuk mencegah komplikasi berat pada demam dengue.
Copyrights © 2026