Mohamad Ananto Cahyoajibroto
RSUD dr. Sayidiman Magetan

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki 30 Tahun dengan Demam Tifoid Eka Putri Widya Arsia Riadi; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit demam akut dan infeksius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica khususnya turunannya, yaitu Typhi, Paratyphi A, Paratyphi B dan Paratyphi C. Cara penularan bakteri ini melalui fecal dan oral yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Individu dengan demam tifoid membawa bakteri dalam aliran darah dan saluran usus. Gejalanya meliputi demam tinggi berkepanjangan, kelelahan, sakit kepala, mual, sakit perut, dan konstipasi atau diare. Pasien pada kasus ini mengeluhkan lemas dan demam naik turun yang berlangsung selama 8 hari. Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala dan kedua mata perih, kaki dan tangan terasa pegal, mual dan muntah sebanyak <5 kali, dan BAB cair sebanyak 3 kali. Pemeriksaan serologi Salmonella typhi IgM dan IgG dinyatakan positif, pemeriksaan darah lengkap didapatkan trombositopenia dan limfositopenia. Hasil pemeriksaan USG abdomen menunjukkan hepatomegali dan sludge gall bladder serta pemeriksaan enzim transaminase didapatkan peningkatan SGOT. Pasien juga mengalami azotemia renal dimana terjadi peningkatan kadar kreatinin. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah terapi suportif berupa tirah baring dan menjaga asupan cairan, terapi simptomatik diberikan untuk mengurangi keluhan serta terapi definif berupa pemberian antibiotik lini kedua yaitu levofloxacin.
Seorang Wanita 36 Tahun HIV Stadium IV dengan Infeksi Oportunistik Indraswarie Pramudyawardhani; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Meningkatnya angka penularan HIV/AIDS secara seksual terutama melalui hubungan seks, telah menggantikan posisi penularan lewat jarum suntik di kalangan pengguna napza suntik, sebagai jalur utama penularan HIV. Tahun 2019 terdapat sebanyak 50.282 kasus di Indonesia. Berdasarkan data WHO tahun 2019, terdapat 78% infeksi HIV baru di regional Asia Pasifik. Untuk kasus AIDS tertinggi selama sebelas tahun terakhir pada tahun 2013, yaitu 12.214 kasus. Seorang wanita berusia 36 tahun datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan demam dan badan terasa lemas 1 minggu terakhir serta tulang tangan kaki terasa pegal sejak 1 bulan yang lalu. Selama 1 bulan terakhir pasien mengalami penurunan berat badan dari 55 kg menjadi 42 kg, serta pasien mengeluhkan timbul sariawan yang tidak kunjung sembuh pada area mulut. Pasien merasa mual dan muntah ketika makan sehingga nafsu makan menurun dan badan menjadi lemas. BAB dan BAK dalam batas normal. Pasien didiagnosis HIV pada tanggal 7 Novemver di Puskesmas Karangrejo.
Pria 32 Tahun dengan Sindrom Nefrotik Rizqi Aji Prasetyo; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom nefrotik merupakan suatu penyakit glomerular yang ditandai dengan edema, proteinuria masif >3,5 gr/hari, hipoalbumin <3,5 g/hari hiperkolesterolemia dan lipiduria. Insiden sindrom nefrotik pada dewasa terjadi 3 per 100.00 populasi. Rata-rata 80%-90% kasus sindrom nefrotik pada dewasa penyebabnya masih belum diketahui. Laporan kasus ini menjelaskan tentang sindrom nefrotik pada pasien laki-laki usia 32 tahun yang datang ke IGD dengan keadaan lemas, mual dan kedua kaki membengkak sejak seminggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan perut membesar sejak kurang lebih 1 minggu yang lalu dan urin berwarna seperti teh serta berbusa. Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah infus albumin, injeksi furosemide 1x1, injeksi metoklopramide 2x1 dan terapi oral berupa ramipril 2,5 mg 1x1, atorvastatin 20mg 1x1, enalapril 1x20 mg, Metilprednisolon 16 mg 3x1. Pasien ini menjalani rawat inap selama 4 hari dengan terapi tersebut. Selama rawat inap tidak ditemukan kendala seperti efek samping obat dan lain sebagainya.
Seorang Laki-Laki Berusia 51 Tahun dengan Tetanus disertai Pneumonia CAP: Laporan Kasus Mawardah Al Nimmah; Rio Yunandar; Febri Retnosari; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang akibat penyakit ini yang disebabkan karena program imunisasi yang buruk. Tetanus merupakan toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang diproduksi oleh C. tetani ditandai dengan kekakuan dan kejang otot yang berkala dam parah. Neurotoksin ini akan menghambat pelepasannya neurotransmitter di sistem saraf pusat, menyebabkan kekauan otot. Laporan kasus seorang pria berusia 51 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan utama nyeri telan, pasien merasakan tenggorokan sakit sehinnga sulit untuk menelan makanan dan minuman sejak 2 hari karena terasa nyeri, selain itu pasien mengeluhkan demam sejak 2 hari yang lalu, batuk, kadang sesak, keringat dingin, mual muntah, lemas, pasien mengatakan belum pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Sebelumnya pasien sempat mengalami sakit pada area gigi berlubangnya dan tidak mendapat perawatan yang baik. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi maupun DM. Tanda vital 125/78 mmHg, nadi 88 x/menit, respirasi 18x/menit, suhu 37 C, SpO2 97%. Pada pemeriksaan fisik didapatkan trismus, leher kaku, rigiditas perut, opistotonus. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Tn. S 51 tahun didiagnosis dengan tetanus. Pasien diberikan terapi clindamycin 3x1, diazepam 3x1 dan asam folat 2x1.
Seorang Laki-Laki Usia 19 Tahun dengan Human Immunodeficiency Virus S Shafwatunnisa; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus. Virus HIV adalah suatu virus ribonucleic acid (RNA) yang termasuk retrovirus dari famili lentivirus. Kasus ini membahas tentang seorang pasien datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan pada tanggal 25 februari 2024 dengan keluham utama demam sejak 3 hari yang disertai dengan lemas, mual, muntah 1x, nyeri kepala, sariawan (+), diare (+). Hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan HB 10.2 , HCT 29.6, Leukosit 2.7, Trombosit 100, SGOT 63, SGPT 44. Penatalaksanaan medikamentosa diberikan antara lain inf. Pz 20 tpm, pantoprazole 1x1, paracetamol 3x1, diatab 3x2, interlac 1x1.
Abses Hepar dengan Temuan Ultrasonografi: Laporan Kasus Anisa Azahra Ayu Mustika; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses hepar merupakan infeksi parenkim hati yang disebabkan oleh bakteri atau parasit dengan manifestasi klinis yang sering tidak spesifik. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan gambaran klinis, temuan penunjang, dan tatalaksana pada pasien dengan abses hepar. Metode: Dilaporkan seorang laki-laki usia 36 tahun yang datang dengan keluhan nyeri perut kuadran kanan atas, demam hilang timbul, mual, ikterus, dan urin berwarna gelap. Evaluasi dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta ultrasonografi abdomen. Hasil: Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dan anemia ringan, sedangkan ultrasonografi abdomen menunjukkan abses hepar segmen VI disertai polip kandung empedu, asites, dan efusi pleura bilateral. Pasien didiagnosis abses hepar dan diberikan terapi medikamentosa berupa ceftriaxone dan metronidazole disertai terapi suportif. Kondisi klinis pasien berangsur membaik hingga stabil dan diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Diagnosis abses hepar dapat ditegakkan melalui kombinasi temuan klinis dan pencitraan, serta pemberian terapi antibiotik yang adekuat memberikan respons klinis yang baik dan prognosis yang menguntungkan. Laporan kasus ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan klinisi terhadap abses hepar dengan gejala tidak spesifik serta perlunya tatalaksana yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi.
Laporan Kasus: Gambaran Klinis Demam Dengue dengan Pencerminan Hepatik Ringan Talitha Ulima Santosa; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam dengue merupakan penyakit infeksi tropis yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini tetap menjadi masalah kesehatan global dengan kecenderungan peningkatan insidensi dalam beberapa tahun terakhir. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan manifestasi klinis demam dengue dengan temuan peningkatan SGOT tanpa disertai kenaikan SGPT, yang dapat mencerminkan keterlibatan hepatoseluler ringan. Seorang perempuan 27 tahun datang dengan demam naik turun selama enam hari, disertai gusi berdarah, pusing, mual, perut terasa panas, nyeri tekan epigastrik dan hipokondriak kanan, serta penurunan nafsu makan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang yang mendukung demam dengue. Pasien mendapatkan tata laksana berupa cairan Ringer Lactate, paracetamol, ondansentron, pantoprazole, asam traneksamat, dan suplemen Curcuma, serta terapi nonmedikamentosa berupa tirah baring, hidrasi adekuat, dan diet seimbang. Laporan kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, pemantauan fungsi hati, dan tata laksana yang tepat untuk mencegah komplikasi berat pada demam dengue.