Ulkus Marjolin merupakan transformasi keganasan yang berkembang dari luka kronis dengan periode laten panjang dan paling sering bertransformasi menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS). Tujuan laporan kasus ini adalah menyoroti karakteristik periode laten klasik ulkus Marjolin serta menegaskan pentingnya konfirmasi histopatologi dan penentuan margin bedah yang adekuat dalam tatalaksana definitif. Metode laporan kasus ini meliputi evaluasi klinis menyeluruh, penilaian kelenjar getah bening regional, tindakan pembedahan, pemeriksaan histopatologi, serta observasi pascaoperasi. Hasil menunjukkan seorang perempuan berusia 45 tahun datang dengan keluhan benjolan dan nyeri pada kulit kepala disertai perdarahan, cairan bernanah, bau tidak sedap, dan demam, dengan riwayat trauma kepala akibat pecahan kaca 42 tahun sebelumnya yang menyebabkan luka kronis tidak sembuh. Pemeriksaan klinis mengarah pada kecurigaan ulkus Marjolin tanpa pembesaran kelenjar getah bening regional. Pasien menjalani eksisi luas dengan margin 2,5 cm sesuai rekomendasi untuk KSS berisiko tinggi, diikuti rekonstruksi menggunakan full-thickness skin graft, dan pemeriksaan histopatologi menegakkan diagnosis KSS dengan tepi serta dasar reseksi bebas tumor. Simpulan laporan kasus ini menunjukkan bahwa periode laten yang panjang merupakan karakteristik klasik ulkus Marjolin, dan eksisi luas berbasis konfirmasi histopatologi memberikan hasil klinis yang baik, dengan perlunya pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi rekurensi.
Copyrights © 2026