Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

BURST ABDOMEN PASCA TINDAKAN LAPAROTOMI AKIBAT HIPOALBUMINEMIA PADA PASIEN USIA LANJUT: LAPORAN KASUS Pratama, Rafika Surya Putra; Widayat, Catur
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.12702

Abstract

Abstrak: Judul Burst abdomen Pasca Tindakan Laparotomi Akibat Hipoalbuminemia Pada Pasien Usia Lanjut: Laporan Kasus. Burst abdomen merupakan keadaan gagalnya mekanisme penyembuhan luka (wound healing) insisi bedah yang mengakibatkan kerusakan pada lokasi sayatan operasi. Berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya burst abdomen antara lain iskemia, infeksi intra-abdomen, malnutrisi seperti hipoalbuminemia, anemia, usia lanjut, penyakit sistemik (uremia, diabetes melitus). Laporan kasus: seorang pasien Tn.T usia 73 tahun dengan burst abdomen dimana sebagian besar usus keluar dari rongga perut akibat dari dehisensi luka perut (abdominal wound dehiscence). Status lokalis pasien terdapat burst abdomen pasca operasi dengan panjang 15 cm pada regio umbilical serta terdapat eviserasi usus, sebagian besar usus keluar dari abdomen. Pemeriksaan penunjang laboratorium didapatkan kadar albumin: 2.4 g/dL. Hasil laboratorium menunjukkan kadar albumin darah yang sangat rendah. Pasien disiapkan untuk operasi darurat repair burst abdomen kemudian dilakukan transfusi albumin hingga mencapai nilai normal. Perkembangan  luka bekas operasi perlahan pulih. Kesimpulan: Kejadian burst abdomen pada kasus pasien ini disebabkan oleh kondisi hipoalbuminemia. Faktor risiko dan etiologi lain yang menyertai meliputi: 1. Riwayat merokok, 2. Usia lanjut (geriatri), 3. Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pentingnya asupan nutrisi terutama protein untuk proses penyembuhan luka.
Ileus Obstruksi sebagai Manifestasi Karsinoma Recti pada Perempuan Usia 72 Tahun: Laporan Kasus Pasien Geriatri Indonesia Kamila, Putri; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ileus obstruktif merupakan kondisi serius akibat sumbatan mekanik pada lumen usus, dengan prevalensi lebih tinggi pada laki-laki (75,20%) dan usia 20-60 tahun (64,03%), disebabkan oleh faktor seperti hernia, adhesi, tumor karsinoma recti, volvulus, atau intususepsi. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis, diagnosis, dan tatalaksana bedah pada pasien dengan ileus obstruksi et causa karsinoma recti untuk meningkatkan pemahaman penanganan kasus serupa. Metode berupa studi kasus deskriptif pada pasien berusia 72 tahun yang datang ke IGD dengan nyeri perut sejak 5 hari disertai distensi abdomen 1 minggu, ditemukan tanda fisik nyeri tekan pada seluruh kuadran, peristaltik meningkat, timpani, dan darm contour. Pada foto rontgen abdomen 3 posisi tampak ileus obstruktif menuju paralitik. Hasil diagnosis definitif ileus obstruksi ec karsinoma recti diatasi dengan sigmoidostomi untuk mengelola massa rektal obstruksi, memungkinkan pembuangan feses melalui stoma. Pada kasus ini menekankan pentingnya diagnosis dini melalui pemeriksaan klinis dan radiologi serta intervensi bedah paliatif untuk prognosis optimal pada karsinoma recti stadium lanjut dan mencegah komplikasi fatal.
Periappendikular Infiltrat pada Laki Laki Usia 48 Tahun: Laporan Kasus Kusuma, Fitria Nur; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Periappendikular infiltrat merupakan komplikasi apendisitis akut yang ditandai dengan terbentuknya massa inflamasi terlokalisasi disekitar apendiks akibat respons pertahanan lokal tubuh. Kondisi ini penting dikenali secara dini karena berpotensi berkembang menjadi abses atau peritonitis bila tidak ditangani dengan tepat. Tujuan: Melaporkan gambaran klinis, diagnosis, dan tatalaksana periappendikular infiltrat pada pasien berdasarkan temuan klinis dan penunjang. Laporan kasus: Seorang laki-laki usia 48 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit, disertai mual tanpa muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan di regio iliaka kanan dengan tanda-tanda rangsang peritoneal positif. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis, dan ultrasonografi abdomen memperlihatkan lesi heterogen dengan fat stranding yang mengarah pada periappendikular infiltrat. Hasil: Pasien menjalani tindakan apendektomi dan laparatomi eksplorasi untuk penyingkiran usus buntu yang terinfeksi. Pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan apendisitis kronis dengan eksaserbasi akut. Kondisi pasien pasca operasi membaik tanpa komplikasi bermakna. Kesimpulan: Diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat, termasuk tindakan operatif memberikan prognosis yang baik pada kasus periappendikular infiltrat.
Laki-Laki Usia 77 Tahun dengan Ileus Obstruktif Et Causa Adhesi Kompleks Wibowo, Muhammad Irfan Sulystyo; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ileus obstruktif akibat adhesi pascaoperasi merupakan penyebab tersering obstruksi usus halus dan masih menjadi masalah klinis yang signifikan, terutama pada pasien lanjut usia dengan riwayat pembedahan abdomen berulang. Adhesi kompleks dapat meningkatkan risiko kegagalan terapi konservatif serta komplikasi intraoperatif dan pascaoperatif. Melaporkan kasus ileus obstruktif et causa adhesi kompleks pada pasien usia lanjut serta menggambarkan pendekatan diagnostik dan tatalaksana bedah yang dilakukan. Dilaporkan satu kasus laki-laki usia 77 tahun dengan riwayat dua kali laparotomi sebelumnya yang datang dengan keluhan nyeri perut, mual, muntah, dan gangguan buang air besar. Pemeriksaan fisik dan radiologi abdomen menunjukkan tanda obstruksi usus halus. Pasien awalnya mendapat terapi konservatif berupa dekompresi dan suportif, namun tidak menunjukkan perbaikan klinis sehingga dilakukan laparotomi eksplorasi. Pada tindakan operatif ditemukan adhesi kompleks yang melibatkan omentum, kolon, mesenterium, appendix, dan beberapa segmen ileum. Dilakukan adhesiolisis selektif, namun pada segmen ileum dengan adhesi sangat padat disertai nekrosis dilakukan reseksi usus dan anastomosis ileo-ileo. Pasien menunjukkan perbaikan klinis pascaoperasi, tanpa komplikasi bermakna, dan dipulangkan dalam kondisi stabil.
Periappendikular Infiltrat pada Pasien Lanjut Usia: Laporan Kasus Prasetya, Dimas Tegar Rika; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periappendikular infiltrat merupakan komplikasi apendisitis akut yang terjadi akibat proses inflamasi berlanjut atau mikroperforasi appendiks yang dibatasi oleh omentum dan jaringan sekitarnya, sehingga membentuk massa inflamasi. Kondisi ini memiliki tantangan diagnostik dan terapeutik tersendiri, terutama pada pasien usia lanjut dengan komorbiditas. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis, pendekatan diagnostik, serta penatalaksanaan periappendikular infiltrat pada pasien geriatri, sekaligus menyoroti implikasi klinis dari keputusan terapeutik yang diambil. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan penyajian data klinis secara kronologis dan objektif, meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, intervensi terapi, serta evaluasi luaran klinis. Seorang pasien laki-laki berusia 74 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah akut disertai mual dan muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda peritoneal lokal dan massa teraba di kuadran kanan bawah abdomen. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen mengonfirmasi adanya periappendikular infiltrat, sementara pemeriksaan laboratorium hematologi relatif dalam batas normal. Pasien ditatalaksana dengan pendekatan operatif berupa laparotomi terbuka disertai terapi antibiotik, analgesik, dan rehidrasi. Kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan signifikan dan pasien dipulangkan pada hari kelima perawatan. Laporan ini menegaskan bahwa pengenalan dini periappendikular infiltrat serta pemilihan strategi penatalaksanaan yang tepat pada pasien geriatri berperan penting dalam mencegah komplikasi lanjutan dan meningkatkan luaran klinis. Temuan ini memiliki implikasi praktis dalam pengambilan keputusan klinis pada kasus apendisitis komplikata pada populasi usia lanjut.
Laporan Kasus: Kholesistitis Kronis Eksaserbasi Akut Ec Kholelitiasis pada Laki-Laki Usia 71 Tahun Nirmala, Intania Ratna; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kholelitiasis (batu empedu) adalah kristal yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu, saluran empedu, atau keduanya. Kholelitiasis merupakan penyakit yang umum terjadi pada populasi dengan prevalensi 5%-22%, khususnya pada populasi wanita paruh baya. Gejala tipikal berupa kolik bilier dirasakan sebagai nyeri abdomen kuadran kanan atas, berlangsung lebih dari 30 menit, menjalar ke punggung, dan sering disertai mual dan muntah. Laporan kasus yang dibahas melibatkan laki-laki usia 71 tahun datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. BAB dan kentut terakhir 3 jam SMRS. Selain itu pasien mengeluh perut terasa penuh, ampeg, dan mual muntah. Pasien mengatakan keluhan nyeri perut sudah pernah dirasakan sekitar 3 tahun yang lalu tapi hilang timbul. Keluhan tidak disertai diare, demam, nyeri dada. Pasien mengatakan BAK bisa seperti biasa. Pemeriksaan status lokalis didapatkan nyeri tekan kuadran kanan atas dan epigastrium. Pemeriksaan penunjang berupa ultrasonografi abdomen ditemukan adanya batu kantong empedu berukuran 0.76 cm. Pasien didiagnosis kholelitiasis. Tatalaksana pembedahan dilakukan pada pasien. Kholesistektomi dilakukan untuk mengangkat kantong empedu yang memiliki batu, edema, dan peradangan akut.
Ulkus Kulit Kepala Kronis Bertransformasi menjadi Karsinoma Sel Skuamosa: Laporan Kasus Langka Darmawan, Alvien; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus Marjolin merupakan transformasi keganasan yang berkembang dari luka kronis dengan periode laten panjang dan paling sering bertransformasi menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS). Tujuan laporan kasus ini adalah menyoroti karakteristik periode laten klasik ulkus Marjolin serta menegaskan pentingnya konfirmasi histopatologi dan penentuan margin bedah yang adekuat dalam tatalaksana definitif. Metode laporan kasus ini meliputi evaluasi klinis menyeluruh, penilaian kelenjar getah bening regional, tindakan pembedahan, pemeriksaan histopatologi, serta observasi pascaoperasi. Hasil menunjukkan seorang perempuan berusia 45 tahun datang dengan keluhan benjolan dan nyeri pada kulit kepala disertai perdarahan, cairan bernanah, bau tidak sedap, dan demam, dengan riwayat trauma kepala akibat pecahan kaca 42 tahun sebelumnya yang menyebabkan luka kronis tidak sembuh. Pemeriksaan klinis mengarah pada kecurigaan ulkus Marjolin tanpa pembesaran kelenjar getah bening regional. Pasien menjalani eksisi luas dengan margin 2,5 cm sesuai rekomendasi untuk KSS berisiko tinggi, diikuti rekonstruksi menggunakan full-thickness skin graft, dan pemeriksaan histopatologi menegakkan diagnosis KSS dengan tepi serta dasar reseksi bebas tumor. Simpulan laporan kasus ini menunjukkan bahwa periode laten yang panjang merupakan karakteristik klasik ulkus Marjolin, dan eksisi luas berbasis konfirmasi histopatologi memberikan hasil klinis yang baik, dengan perlunya pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi rekurensi.