DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam
Vol. 6 No. 1 (2026): September

Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam Konseling Pesantren: Eksplorasi Pengalaman Santri dalam Menghadapi Experiential Avoidance

Heri Fadli Wahyudi (Universitas Al-Amien Prenduan)
Musyfiquddin (Universitas Al-Amien Prenduan)
Syaifatul Jannah (Universitas Al-Amien Prenduan)
Bagus Amirullah (Universitas Al-Amien Prenduan)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Kecenderungan menghindari pengalaman psikologis yang tidak menyenangkan (experiential avoidance) sering muncul pada remaja dalam situasi yang memunculkan tekanan emosional maupun evaluasi sosial. Di pesantren, kondisi ini dapat memengaruhi keberanian santri dalam berinteraksi, berpartisipasi dalam kegiatan publik serta menghadapi tuntutan akademik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan konseling yang mampu membantu santri mengelola pengalaman internal secara lebih adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di Pondok Pesantren Miftahul Huda Pragaan Sumenep, adapun subjek peneliti (konseli) tiga orang santri yang menunjukkan kecenderungan penghindaran terhadap situasi yang memunculkan ketidaknyamanan emosional. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk experiential avoidance yang dialami santri meliputi penarikan diri dari interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan umum dan rendahnya kepercayaan diri dalam menghadapi tuntutan performatif. Penerapan enam prinsip dasar ACT, yakni kesadaran saat ini, defusi kognitif, penerimaan, diri sebagai konteks, klarifikasi nilai dan tindakan berkomitmen, menunjukkan adanya perubahan bertahap pada perilaku dan respons emosional konseli. Santri mulai mampu menerima pengalaman internal yang tidak nyaman, mengurangi keterikatan pada pikiran negatif, serta mengambil tindakan yang lebih selaras dengan nilai dan tanggung jawabnya. Secara umum, melalui pendekatan ACT santri yang mengalami experiential avoidance telah menunjukkan adanya perubahan pada psikologis santri yang lebih fleksibel. Oleh karena itu, pendekatan ACT dapat dijadikan sebagai alternatif pendekatan dalam layanan bimbingan dan konseling di pesantren khususnya dalam menangani fleksibilitas psikologis santri, sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan program pendampingan psikologis yang lebih kontekstual sesuai dengan karakteristik lingkungan pendidikan Islam.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

dawa

Publisher

Subject

Description

DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam (P-ISSN: 2808-3717 E-ISSN 2808-3431 DOI: 10.36420/dawa) has been published by Study Program of Islamic Guidance and Counseling, Dakwah Department of Islamic Institute of Miftahul Ulum Pamekasan. DAWA journal is published twice every year in ...