Keramik tradisional Desa Pulutan, Kabupaten Minahasa, merupakan warisan budaya hidup yang tumbuh dari kebutuhan rumah tangga dan berkembang menjadi produk estetis serta sumber ekonomi masyarakat. Perubahan pasar, teknologi, dan pola komunikasi menghadirkan peluang sekaligus risiko terhadap pewarisan tradisi. Artikel pengabdian ini bertujuan merumuskan model pendampingan yang dapat digunakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat keberlanjutan keramik Pulutan. Model disusun melalui kajian pustaka kualitatif terhadap dokumen akademik periode 2020–2026 yang membahas keramik tradisional, pelestarian budaya lokal, regenerasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Data dianalisis secara tematik dengan fokus pada keberadaan historis, kontinuitas dan perubahan, faktor keberlanjutan, serta makna sosial, budaya, dan ekonomi. Hasil sintesis menghasilkan empat bidang pendampingan: dokumentasi pengetahuan dan narasi budaya; transmisi keterampilan antargenerasi; inovasi desain dan fungsi yang tetap berakar pada identitas lokal; serta promosi digital dan penguatan jejaring ekonomi kreatif. Model menempatkan pengrajin sebagai pemilik pengetahuan dan pelaku utama, sedangkan pihak luar berperan sebagai fasilitator. Dokumen ini merupakan dasar perencanaan pengabdian; efektivitasnya perlu diuji melalui pelaksanaan dan evaluasi lapangan.
Copyrights © 2026