Quarter life crisis merupakan kondisi krisis emosional yang sering dialami individu pada masa transisi dari remaja menuju dewasa, yang ditandai dengan perasaan cemas, bingung, takut gagal, dan ketidakpastian terhadap masa depan. Masa remaja akhir merupakan fase perkembangan yang rentan mengalami quarter life crisis karena adanya tuntutan akademik, sosial, dan persiapan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran quarter life crisis pada remaja akhir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja akhir usia 18–24 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 172 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner quarter life crisis, kemudian dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 92 responden (53,5%), dan sebagian besar berada pada rentang usia 18–20 tahun sebanyak 90 responden (52,3%). Tingkat quarter life crisis pada remaja akhir menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori sangat tinggi, yaitu sebanyak 62 responden (36,0%), diikuti kategori sedang sebanyak 56 responden (32,6%), kategori tinggi sebanyak 41 responden (23,8%), dan kategori rendah sebanyak 13 responden (7,6%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja akhir mengalami quarter life crisis pada kategori sangat tinggi, sehingga diperlukan perhatian terhadap kondisi psikologis remaja akhir melalui dukungan sosial, edukasi kesehatan mental, dan pendampingan agar mampu menghadapi masa transisi menuju dewasa dengan lebih adaptif.
Copyrights © 2026