Penelitian ini menganalisis pelaksanaan program tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ibnu Khaldun Cirebon dengan menitikberatkan pada manajemen waktu santri, motivasi menghafal, kondisi lingkungan belajar, dan beban kerja guru tahfidz. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 40 santri aktif program tahfidz dan dua guru tahfidz yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan hafalan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif pada kegiatan setoran hafalan, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi jadwal kegiatan, target hafalan, dan catatan evaluasi program. Analisis dilakukan secara tematik melalui kondensasi data, pengodean dan pengelompokan tema, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian hafalan belum optimal karena jadwal santri berlangsung padat sejak dini hari hingga malam, waktu istirahat terbatas, motivasi sebagian santri berfluktuasi, dan rasio dua guru terhadap 40 santri disertai tugas non-pedagogis yang luas. Kondisi tersebut membatasi kesiapan fisik, fokus, kesempatan ziyādah, dan intensitas pendampingan individual. Optimalisasi program perlu diarahkan pada penataan ulang jadwal dan waktu istirahat, penetapan target hafalan yang realistis, penguatan motivasi intrinsik, penciptaan lingkungan belajar yang lebih suportif, serta redistribusi tugas guru tahfidz. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan tahfidz merupakan hasil interaksi antara faktor individual santri dan tata kelola kelembagaan
Copyrights © 2026