Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

DETERMINAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB DIAN RAHAYU, SST TAHUN 2026

Linda (Unknown)
Ernawati (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang)
Mia Ritasari (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang)
Dewi Erlina Asrita Sari (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2026

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang disertai berbagai perubahan anatomis, fisiologis, hormonal, metabolik, dan psikologis. Salah satu perubahan yang paling sering dialami pada trimester pertama adalah emesis gravidarum. Secara Global Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) dalam Green Top Guidline Tahun 2024 melaporkan bahwa  sekitar 50–80% wanita hamil mengalami emesis gravidarum selama awal kehamilan, sedangkan 0,3–3% berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. (RCOG, 2024). Angka emesis gravidarum ini terjadi 60-80% pada primigravida dan 40-60% pada multigravida. (Juwita & Sofiah, 2024). Data UPTD Puskesmas Tembilahan Hulu sebanyak 704 Ibu Hamil trimester I melakukan K1, sebanyak 513 ibu hamil mengalami emesis gravidarum. Penelitian kuantitatif oleh Juwita & Sofiyah Tahun 2024  dengan rancangan cross sectional yang dianalisis menggunakan Chi Square terhadap 41 responden, bahwa terdapat pengaruh antara faktor paritas (p-value = 0,028 dan OR = 15.500), usia (p-Value = 0,019 dan OR = 19.200), dan pekerjaan (p-Value =  0.004 dan OR = 4.038) ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 42 ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum, dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil: penelitian ini bahwa terdapat hubungan emesis gravidarum dengan umur (p-value 0,007 OR 0,14), Paritas (p-value 0,013 OR 0,19), pekerjaan (p-value 0,019 OR 0,20) dan dukungan suami (p-value 0,280 OR 0,50). Kesimpulan: Umur, paritas dan pekerjaan berhubungan secara signifikan dengan emesis gravidarum, sedangkan dukungan suami tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan emesis gravidarum. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dan deteksi dini pada ibu hamil trimester I, khususnya pada kelompok dengan karakteristik maternal yang berisiko, sebagai upaya mencegah perkembangan emesis gravidarum menjadi kondisi yang lebih berat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnal

Publisher

Subject

Religion Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Veterinary

Description

Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik ...