Artikel ini menyajikan tinjauan literatur empiris terhadap sepuluh studi di Indonesia yang diterbitkan antara 2020–2025 untuk mengidentifikasi determinan kesehatan mental pekerja konstruksi di Indonesia. Hasil tinjauan menegaskan bahwa stres kerja dan beban kerja mental merupakan faktor dominan yang menurunkan kesehatan mental, menimbulkan dampak psikologis seperti kecemasan, gangguan tidur, burnout, serta dampak fisiologis berupa kelelahan kronis yang dapat menurunkan konsentrasi dan kinerja. Lingkungan kerja yang kurang baik dapat memperburuk kondisi psikologis pekerja, sedangkan supervisi yang efektif dan penerapan K3 berperan sebagai faktor protektif, meningkatkan rasa aman, motivasi, dan kepuasan kerja. Masa kerja dan karakteristik pekerjaan menunjukkan pengaruh yang bervariasi, sehingga menuntut penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi interaksi antar faktor serta peran variabel moderasi seperti usia, pendidikan, dan pengalaman kerja. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup pengendalian stres, pengaturan beban kerja mental, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta penguatan supervisi dan penerapan K3, yang secara kolektif dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pekerja konstruksi di Indonesia.
Copyrights © 2026