Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Risiko K3 Pada Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat Deanggi , Vivid Lucha
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v11i1.69

Abstract

Penelitian ini menganalisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi gedung bertingkat di Surabaya dengan pendekatan studi kasus multi-lokasi. Metode penelitian mencakup observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan, dan penyebaran kuesioner terstandarisasi kepada pekerja. Hasil identifikasi mengungkap 35 risiko K3, terdiri dari 20 risiko pekerjaan struktural (seperti jatuh dari ketinggian dan paparan debu silika) dan 15 risiko arsitektural (termasuk terpeleset dan paparan bahan kimia). Penilaian risiko menggunakan matriks probabilitas-keparahan menunjukkan 25 risiko kategori tinggi dan 10 risiko sedang, dengan pekerjaan arsitektural memiliki tingkat risiko lebih dominan. Rekomendasi mitigasi meliputi peningkatan pengawasan, penggunaan teknologi (seperti vacuum dust collector), dan pelatihan berbasis simulasi. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi hierarki pengendalian risiko dan pendekatan berbasis teknologi dalam manajemen K3 konstruksi, sesuai dengan standar OSHA (2020) dan penelitian terkini.
Women in Civil Engineering: A Literature Review of Barriers, Stress, and Alignment with the Sustainable Development Goals Syadza Nabila Yusna; Vivid Lucha Deanggi
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.7962

Abstract

Research across various countries has shown that women in civil engineering and construction still face barriers that limit their participation and career advancement. These include gender bias, unsafe or inflexible work environments, limited mentorship access, and difficulties balancing work and personal life. Such conditions harm women’s mental health, job satisfaction, and long-term retention in the industry. This study analyzes these challenges and proposes strategies to address them through a qualitative literature review of previous research conducted in several countries, including Indonesia. The review identifies recurring patterns of inequality and examines how these barriers relate to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly those concerning health and well-being, education, gender equality, and decent work. The findings demonstrate that coordinated, evidence-based efforts involving inclusive workplace policies, equitable leadership, mentorship, and institutional support are crucial for enhancing women’s participation, well-being, and career sustainability. This review highlights that promoting gender equality in civil engineering is not only a matter of social justice but also a key driver of innovation, sustainability, and industry resilience.
Pelatihan Pembuatan Keset dan Selimut dari Baju Bekas di Desa Murangan, Yogyakarta Vivid Lucha Deanggi
Jurnal Abdi Karya Sipil Vol. 1 No. 1: April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jaksi.v1i1.5

Abstract

Desa Murangan, Yogyakarta, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah pakaian, khususnya baju bekas yang sering kali berakhir di tempat pembuangan. Pelatihan keterampilan membuat keset dan selimut dari baju bekas diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif (diskusi, demons-trasi praktik, dan evaluasi). Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta berhasil menciptakan produk yang beragam dan peningkatan pemahaman tentang pentingnya daur ulang. Sebelum pelatihan, hanya 40% peserta yang menyadari dampak negatif limbah tekstil, namun setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 90%. Meskipun pelatihan berhasil, tantangan dalam pemasaran dan keberlanjutan usaha masih ada, sehingga diperlukan pendampingan lebih lanjut. Program ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan, dan disarankan untuk dilakukan secara berkala dengan variasi materi yang lebih luas.
Peningkatan Penjualan Roti Maryam bagi Usaha Rumahan di Kota Surabaya dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis Nina Saraswati; Rizki Firman Alamsyah; Vivid Lucha Deanggi; Hendrata Wibisana
Jurnal Abdi Karya Sipil Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jaksi.v1i2.12

Abstract

Artikel ini membahas upaya peningkatan penjualan roti Maryam pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). UMKM roti Maryam yang berpusat di Kepanjen dengan 20 pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya, yaitu Surabaya Pusat, Utara, Timur, dan Selatan, menjadi fokus utama penelitian ini. Pendekatan SIG digunakan untuk memetakan distribusi pelanggan dan mengidentifikasi potensi pasar baru berdasarkan lokasi geografis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dalam pengelolaan pelanggan dan penentuan wilayah target pemasaran yang tepat. Diskusi menyoroti peran teknologi dalam mendukung pengembangan UMKM serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi SIG. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan SIG dapat menjadi alat strategis dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar UMKM.
Reinforcing Column Enlargement Using the Chemical Anchor Method in a Hotel Construction Project Ety Fitriyani; Hulfa Istikomah; Vivid Lucha Deanggi; Saddam Mirza; Demmy Adhi Mulya Darma; Mutia Gina Savira
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 3 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 3 July 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i3.10257

Abstract

This study aims to identify the need for reinforcing column enlargement of a coffee shop structure in a hotel project due to concerns related to the adequacy of the existing column capacity during the construction stage. The evaluation was conducted through a three-dimensional structural reanalysis using SAP2000, based on the design drawings, material quality, and load combinations as specified in the project standards. The results of the analysis showed that most of the existing K1 columns, measuring 150 x 1000 mm, had a stress ratio exceeding 1.0, with the highest value reaching 1.32. It means that they do not meet the strength criteria and need reinforcement. The selected alternative was to enlarge the column dimensions to 250 x 1000 mm by adding 14D19 reinforcement and applying the chemical anchor method to ensure monolithic action between the old and new concrete. The reanalysis reduced the maximum stress ratio of the reinforced columns to 0.85, so that all columns satisfied the strength criteria. Verification of the chemical anchor system showed that all failure modes had load-to-capacity ratios below 1.0, with a maximum of 0.56 in the pull-out/bond mode. In terms of quality, time, and cost, the chemical anchor method was more efficient than the steel jacketing composite method, with an estimated 30–40% reduction in execution time and approximately 25% lower cost.
The Impact of Infrastructure, Facilities, Utilities, and Overhead Costs on Affordable Housing in Magelang Vivid Lucha Deanggi; Syadza Nabila Yusna; Ety Fitriyani; Listiyani Desy Ratnasari
Jurnal Basement : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Basement : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/basement.v4i2.27253

Abstract

This study aims to find the impact of infrastructure, facilities, utilities, and overhead costs on affordable housing construction in Magelang. While housing requires adequate infrastructure for livability, these components significantly influence lifecycle and project costs. The objective is to determine the specific percentage impact of these combined costs on the total construction costs of housing units. Secondary data was collected via field observations and interviews at the Asri Permai and Sun Garden 3 complexes. Data were analyzed using a descriptive quantitative cost analysis approach and historical costs were subsequently adjusted for 2025 inflation. Results indicate that these combined costs account for 20.84% and 39.4% of total costs for the respective complexes, averaging 30.12%. The study concludes that infrastructure, facilities, utilities, and overhead constitute 22%-39% of total production costs, with utilities representing the smallest component (2%-4%) and the basic unit cost being the largest (61%-78%).
Literature Review Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Pekerja Konstruksi di Indonesia Syadza Nabila Yusna; Vivid Lucha Deanggi
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12 No. 1: April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v12i1.94

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan literatur empiris terhadap sepuluh studi di Indonesia yang diterbitkan antara 2020–2025 untuk mengidentifikasi determinan kesehatan mental pekerja konstruksi di Indonesia. Hasil tinjauan menegaskan bahwa stres kerja dan beban kerja mental merupakan faktor dominan yang menurunkan kesehatan mental, menimbulkan dampak psikologis seperti kecemasan, gangguan tidur, burnout, serta dampak fisiologis berupa kelelahan kronis yang dapat menurunkan konsentrasi dan kinerja. Lingkungan kerja yang kurang baik dapat memperburuk kondisi psikologis pekerja, sedangkan supervisi yang efektif dan penerapan K3 berperan sebagai faktor protektif, meningkatkan rasa aman, motivasi, dan kepuasan kerja. Masa kerja dan karakteristik pekerjaan menunjukkan pengaruh yang bervariasi, sehingga menuntut penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi interaksi antar faktor serta peran variabel moderasi seperti usia, pendidikan, dan pengalaman kerja. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup pengendalian stres, pengaturan beban kerja mental, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta penguatan supervisi dan penerapan K3, yang secara kolektif dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pekerja konstruksi di Indonesia.