Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The research was carried out in Pit T1 of PT Sebuku Tanjung Coal, Kotabaru Regency, South Kalimantan Province. The powder factor of conventional blasting is quite high so that the cost of explosives required is very large. One of the efforts to reduce the use of explosives is the addition of air decking on the blast hole with Ball Deck media. This study aims to reduce the powder factor in overburden blasting and to make working time more efficient. The research was conducted by comparing the actual and theoretical data, as well as analyzing the statistics of conventional blasting and air decking blasting. the important parameters in the comparison are blasting geometry, work efficiency, powder factor, and average fragmentation. The burden and spacing used in conventional blasting and air decking blasting is 8mx9m. The average working time required for conventional blasting is 1 hour 33 minutes, while for air decking blasting with the top air deck method it is 1 hour 15 minutes. The average powder factor in conventional blasting is 0.20 kg/BCM but air decking blasting is able to optimize up to 0.17 kg/BCM. The average fragmentation yield from conventional blasting was 59.29 cm, while in air decking blasting it was 65.54 cm. As well as air decking blasting can reduce the use of explosives by 12-20% per hole and can reduce the cost of explosives up to 4.82% per hole. Abstrak. Penelitian dilakukan di Pit T1 PT Sebuku Tanjung Coal, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Powder factor dari peledakan konvensional cukup tinggi sehingga biaya bahan peledak yang dibutuhkan sangat besar. Salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan bahan peledak adalah penambahan air decking pada lubang ledak dengan media Ball Deck. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi powder factor pada peledakan overburden serta mengefisiensi waktu kerja. Penelitian dilakukan dengan membandingkan antara data aktual dan teoritis, serta menganalisis statistik dari peledakan konvensional dan peledakan air decking. adapun parameter penting dalam perbandingan yaitu geometri peledakan, work efficiency, powder factor, dan rata-rata fragmentasi. Jarak burden dan spacing yang digunakan pada peledakan konvensional dan peledakan air decking adalah 8mx9m. Rata-rata waktu kerja yang dibutuhkan pada peledakan konvensional adalah 1 jam 33 menit, sedangkan pada peledakan air decking dengan metode top air deck adalah 1 jam 15 menit. Rata-rata powder factor pada peledakan konvensional adalah 0,20 kg/BCM tetapi peledakan air decking mampu mengoptimalkan hingga 0,17 kg/BCM. Rata-rata fragmentasi dari peledakan konvensional adalah 59,29 cm, sedangkan pada peledakan air decking adalah 65,54 cm. Serta peledakan air decking dapat mengurangi penggunaan bahan peledak sebanyak 12-20 % per lubang dan mampu mengurangi biaya bahan peledak hingga 4,9% per lubang.
Copyrights © 0000